Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global

Rendy Adrikni Sadikin | Suara.com

Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:55 WIB
Kedaulatan Data dan Kearifan Lokal, Pondasi Sabu Raijua Hadapi Krisis Iklim Global
Upacara adat Hole menjadi salah satu wujud kearifak lokal di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.(Dokumentasi Pribadi)
  • Kabupaten Sabu Raijua mengadakan focus group discussion untuk menyusun strategi akhir program.
  • Bupati Sabu Raijua menekankan kemandirian adaptasi perubahan iklim harus berakar kuat pada kearifan lokal.
  • Keberlanjutan program pasca-pendampingan dijamin melalui perlembagaan kebijakan dan dana hibah sekitar Rp5,6 miliar.

Suara.com - Kabupaten Sabu Raijua tengah mematangkan langkah transisi besar menghadapi tantangan iklim global. Upaya ini bukan tanpa alasan. Mereka ingin memastikan seluruh inisiatif kewirausahaan hijau dan inklusi sosial tetap berkelanjutan secara mandiri. Ya, inisiatif ini harus tetap melaju kendati program pendampingan akan paripurna.

Lewat diskusi bersama Global Environmental Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia dan Yayasan Pikul, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua membahas strategi akhir Program Fase 7. Acara dengan format focus group discussion (FGD) tersebut dihelat di Gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/1/2026).

Pertemuan tersebut sekaligus menandai langkah krusial dalam menyusun strategi akhir program fase 7 yang bertumpu pada tiga pilar utama: transformasi ekonomi hijau, inklusi sosial yang melibatkan gender, disabilitas, serta pemuda, serta perlembagaan kebijakan publik demi keberlanjutan inisiatif lokal.

Kearifan Lokal sebagai Perisai Perubahan Iklim

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Kabupaten Sabu Raijua, Bupati Sabu Raijua Thobias Uly, menegaskan posisi geografis dan ekologis wilayahnya sebagai garda terdepan dalam menghadapi krisis iklim. Beliau menekankan kemandirian masyarakat harus berakar pada nilai-nilai setempat.

“Kami memiliki komitmen kuat dan berkelanjutan guna mendukung penuh pengembangan dan implementasi teknologi tepat guna yang berakar pada kearifan lokal. Pendekatan ini kami yakini sebagai solusi paling mandiri dan adaptif untuk memberdayakan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan fluktuasi cuaca ekstrem yang makin sering terjadi,” tegas Thobias Uly.

Menurut Thobias Uly, dukungan pemerintah harus menyentuh akar rumput secara menyeluruh. Dukungan tersebut dinilai harus mencakup spektrum yang sangat luas untuk beragam aspek, mulai dari aspek pendanaan, pelatihan, hingga pendampingan teknis secara intensif. Pemerintah juga menyoroti teknologi yang dikembangkan.

“Kami berupaya memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak hanya efektif secara ilmiah, tetapi juga dapat diterima dan dioperasikan dengan mudah oleh komunitas lokal, serta selaras dengan praktik budaya dan lingkungan setempat.”

“Misalnya, kami mendukung inovasi dalam sistem irigasi hemat air yang sudah dipraktikkan turun-temurun, modifikasi praktik pertanian yang tahan kekeringan, atau pengembangan varietas tanaman lokal yang lebih adaptif terhadap perubahan suhu dan curah hujan,” ujar Thobias.

Dengan mengedepankan kearifan lokal, Pemkab Sabu Raijua berharap dapat membangun resiliensi komunitas secara holistik. Alhasil, pemerintah bisa memastikan keaktifan komunitas terutama dalam melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Jadi, imbuh Thobias, komunitas bukan sekadar penerima bantuan.

Acara focus group discussion (FGD) digelar GEF SGP Indonesia, Yayasan Pikul dan Pemkab setempat dihelat di Gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/1/2026).
Acara focus group discussion (FGD) digelar GEF SGP Indonesia, Yayasan Pikul dan Pemkab setempat dihelat di Gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (14/1/2026).

Data Akurat Pondasi Pembangunan Daerah

Dalam diskusi tersebut, Bappeda Kabupaten Sabu Raijua menyoroti urgensi kolaborasi dan ketepatan perencanaan. Kepala Bappeda Sabu Raijua Victor Radamuri mengingatkan sinergi antara program pemberdayaan masyarakat dengan proses perencanaan resmi daerah kudu terjalin secara terintegrasi.

“Kita harus menyadari pentingnya kehati-hatian dalam proses perencanaan. Bila kita salah merencanakan dengan data, tidak mungkin tidak timpang. Sekali lagi, saya tegaskan, bila kita salah merencanakan, maka kita merencanakan untuk gagal," ujar Victor Radamuri.

Pernyataan Victor ini menjadi ‘tamparan’ keras bahwa perencanaan tanpa data akurat hanya akan memicu ketidakseimbangan pembangunan. Nah, buntut dari pengabaian data akurat ini tentunya bisa menyebabkan kegagalan visi berkelanjutan. Karena itu, Victor menekankan urgensi kolaborasi dan kemitraan strategis dalam meminimalisir risiko.

"Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra seperti GEF SGP Indonesia sangat penting untuk memastikan setiap intervensi tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat Sabu Raijua," imbuh Victor.

Menjamin keberlanjutan pasca-program (exit strategy), Sidi Rana Menggala selaku Koordinator Nasional GEF SGP Indonesia menjelaskan pentingnya perlembagaan kebijakan untuk mengintegrasikan keberhasilan program ke dalam regulasi daerah.

Selain itu, sebagai jaminan sebelum Fase 7 ditutup pada Juni 2026, tersedia Program ICCA berupa dana hibah khusus senilai kurang lebih Rp 5,6 miliar untuk pengembangan budaya dan masyarakat adat, serta skema BUMI (Bantuan Usaha melalui Investasi) hingga Rp75 juta per pelaku usaha guna mengukuhkan kemandirian ekonomi hijau dan inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merayakan Ragam Inovasi Lokal di Sabu Raijua, dari Menangkap Embun hingga Pupuk Organik

Merayakan Ragam Inovasi Lokal di Sabu Raijua, dari Menangkap Embun hingga Pupuk Organik

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 08:10 WIB

Program Kebun Mama, Kala Perempuan di NTT Memimpin Perubahan dengan Menanam Asa

Program Kebun Mama, Kala Perempuan di NTT Memimpin Perubahan dengan Menanam Asa

Lifestyle | Jum'at, 19 Desember 2025 | 06:14 WIB

Lewat 'Kebun Mama', Ratusan Perempuan Komunitas di NTT Gerakkan Ketahanan Pangan Lokal

Lewat 'Kebun Mama', Ratusan Perempuan Komunitas di NTT Gerakkan Ketahanan Pangan Lokal

Lifestyle | Kamis, 18 Desember 2025 | 11:19 WIB

Terkini

Potret 30 Tahun Plaza Senayan, Ikon Lifestyle Jakarta yang Tetap Hits Lintas Generasi

Potret 30 Tahun Plaza Senayan, Ikon Lifestyle Jakarta yang Tetap Hits Lintas Generasi

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 20:27 WIB

Apakah Pertanda Buruk? Simak Arti Mimpi Dikejar Anjing Lengkap  Menurut Primbon Jawa

Apakah Pertanda Buruk? Simak Arti Mimpi Dikejar Anjing Lengkap Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 19:55 WIB

5 Lipstik Glossy yang Tahan 16 Jam, Tetap On Point Meski Dipakai Makan

5 Lipstik Glossy yang Tahan 16 Jam, Tetap On Point Meski Dipakai Makan

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 19:32 WIB

Terpopuler: Pilihan Sepeda Dewasa Murah hingga Lipstik dan Bedak yang Awet Seharian

Terpopuler: Pilihan Sepeda Dewasa Murah hingga Lipstik dan Bedak yang Awet Seharian

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 18:12 WIB

Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:55 WIB

Intip Isi Dalam Marina Express, Fasilitasnya Ternyata Mirip Pesawat

Intip Isi Dalam Marina Express, Fasilitasnya Ternyata Mirip Pesawat

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:50 WIB

Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Riset Temukan Anak Lebih Efektif Dorong Aksi Iklim di Keluarga, Kenapa?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:50 WIB

Beternak Kambing untuk Dijual di Idul Adha 2026: Tutorial Memilih Bibit Unggul, Usia Minimal Berapa?

Beternak Kambing untuk Dijual di Idul Adha 2026: Tutorial Memilih Bibit Unggul, Usia Minimal Berapa?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:41 WIB

Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?

Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:19 WIB

5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok

5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 17:02 WIB