Asal Usul Nyadran, Tradisi Masyarakat Jawa yang Masih Lestari Jelang Ramadan

Farah Nabilla

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:44 WIB
Asal Usul Nyadran, Tradisi Masyarakat Jawa yang Masih Lestari Jelang Ramadan
Nyadran lintas agama di Dusun Krecek dan Gletuk, Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. [Suara.com/ Angga Haksoro Ardi]
  • Nyadran adalah tradisi Jawa di Jateng dan DIY berupa ziarah makam dan doa bersama sebagai persiapan menyambut Ramadan.
  • Berasal dari kata Sanskerta 'sraddha', tradisi ini berakulturasi Islam menjadi doa, tahlil, dan sedekah penghormatan leluhur.
  • Rangkaiannya meliputi besik makam, kirab, doa bersama, puncaknya kembul bujono (makan bersama) mempererat kebersamaan.

Suara.com - Nyadran merupakan tradisi budaya yang masih lestari di berbagai wilayah Jawa terutama Jawa Tengah dan Derah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini. Tradisi ini identik dengan ziarah makam leluhur, doa bersama, serta berbagai kegiatan sosial yang biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadan.

Meski kerap dianggap sebagai ritual keagamaan semata, nyadran sejatinya memiliki akar sejarah panjang yang sarat makna budaya dan nilai kebersamaan.

Secara etimologis, kata nyadran berasal dari bahasa Sanskerta sraddha atau sradha yang berarti keyakinan dan penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini telah dikenal sejak masa Hindu-Buddha sebagai bentuk penghormatan kepada arwah nenek moyang.

Seiring masuknya Islam ke tanah Jawa, nyadran kemudian mengalami proses akulturasi. Unsur pemujaan bergeser menjadi doa, tahlil, dan sedekah, tanpa menghilangkan nilai inti berupa penghormatan dan rasa syukur.

Ritual Apa Saja yang Dilakukan saat Nyadran?

Dalam praktiknya, nyadran bukan hanya sekadar ziarah kubur. Berdasarkan informasi dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, tradisi nyadran terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan.

Salah satunya adalah besik, yakni membersihkan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dan anggota keluarga sebagai simbol kepedulian dan kebersamaan.

Rangkaian nyadran juga biasanya diawali dengan kirab, berupa arak-arakan peserta menuju lokasi upacara adat. Setelah itu, pemangku adat menyampaikan ujub atau maksud dari pelaksanaan upacara nyadran.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh pemangku adat atau tokoh agama, yang ditujukan kepada para leluhur yang telah meninggal dunia.

Usai doa, masyarakat menggelar kembul bujono dan tasyukuran, yakni makan bersama sebagai puncak acara. Setiap keluarga membawa makanan sendiri, umumnya berupa hidangan tradisional seperti ayam ingkung, sambal goreng ati, urap sayur, tempe dan tahu bacem, hingga lauk berbumbu rempah.

Makanan-makanan tersebut terlebih dahulu didoakan agar membawa berkah, kemudian ditukar dan disantap bersama dalam suasana santai penuh keakraban.

Lebih dari sekadar ritual, nyadran mengandung nilai-nilai sosial budaya yang kuat, seperti gotong royong, kebersamaan, pengorbanan, berbagi rezeki, serta mempererat silaturahmi antarwarga.

Tradisi ini juga memiliki kearifan lokal yang berbeda-beda di setiap daerah. Di beberapa tempat, prosesi nyadran bahkan berkembang dengan memasukkan unsur seni dan pertunjukan budaya khas daerah setempat.

Kapan Nyadran Dilaksanakan?

Lantas, kapan nyadran dilaksanakan? Umumnya, tradisi ini digelar pada bulan Ruwah dalam kalender Jawa, yang bertepatan dengan bulan Syaban dalam kalender Hijriah. Waktu tersebut dipilih sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Meski begitu, tanggal pastinya bisa berbeda di setiap daerah, tergantung kesepakatan masyarakat setempat.

Hingga kini, nyadran tetap menjadi tradisi penting di wilayah seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan budaya leluhur masih hidup dan relevan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama dan menghormati mereka yang telah mendahului.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

15 Ide Hampers Lebaran Unik dan Kreatif dengan Budget Mulai Rp100 Ribuan

15 Ide Hampers Lebaran Unik dan Kreatif dengan Budget Mulai Rp100 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:36 WIB

Doa Berbuka Puasa Qadha Ramadan yang Benar dan Waktu Mustajabnya

Doa Berbuka Puasa Qadha Ramadan yang Benar dan Waktu Mustajabnya

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:33 WIB

Lebaran 2026 Hari Apa? Ini Perkiraannya Menurut Kalender Hijriah Kemenag

Lebaran 2026 Hari Apa? Ini Perkiraannya Menurut Kalender Hijriah Kemenag

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:28 WIB

Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan Lengkap dengan Tata Caranya

Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan Lengkap dengan Tata Caranya

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 13:27 WIB

Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan

Bacaan Doa dan Salam Ketika Ziarah Kubur, Tradisi Menjelang Ramadan

Lifestyle | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif

Parfum Fres yang Paling Wangi dan Tahan Lama Warna Apa? Ini 3 Varian Favorit dengan Ulasan Positif

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:57 WIB

16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah

16 Juni 2026 Libur Apa? Ini Panduan Cuti dari Pemerintah

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:48 WIB

Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?

Patakbanteng Buktikan Bahwa Pariwisata Berkelanjutan Tidak Harus Korbankan Desa: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:46 WIB

Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?

Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:33 WIB

Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram

Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 10:23 WIB

Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal

Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 09:59 WIB

Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam

Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 09:44 WIB

5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter

5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 08:15 WIB

3 Shio Paling Beruntung pada 15-21 Juni 2026, Siapa yang Ketiban Hoki?

3 Shio Paling Beruntung pada 15-21 Juni 2026, Siapa yang Ketiban Hoki?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 07:35 WIB

Terpopuler: Pahala Mengajak Orang Masuk Islam, Jumat Kliwon Masuk Weton Tulang Wangi?

Terpopuler: Pahala Mengajak Orang Masuk Islam, Jumat Kliwon Masuk Weton Tulang Wangi?

Lifestyle | Senin, 15 Juni 2026 | 06:35 WIB