- Perayaan Imlek 2026 di PIK dipentaskan melalui tiga destinasi utama: Black Owl, Mimi Livehouse, dan Dragon Point 2.
- Black Owl menawarkan pengalaman visual intim dengan instalasi interaktif; Mimi Livehouse menampilkan energi festival dengan kuda api raksasa.
- Dragon Point 2 menonjolkan simbol naga monumental terpanjang di Indonesia, menyatukan generasi dalam latar ikonik perayaan tersebut.
Suara.com - Bagi banyak orang, Imlek adalah tentang pulang, meja bundar, dan doa yang dipanjatkan dalam hening. Namun di Pantai Indah Kapuk (PIK), Imlek 2026 tampil sebagai perayaan yang bukan hanya dirayakan, melainkan dipentaskan.
Warna merah tak lagi sekadar simbol keberuntungan, tetapi menjadi elemen visual yang membentuk pengalaman, menghadirkan latar-latar dramatis yang seolah diciptakan untuk satu hal: diabadikan.
Tiga destinasi menjadi sorotan utama: Black Owl, Mimi Livehouse, dan Dragon Point 2. Ketiganya menawarkan wajah Imlek yang berbeda, dari elegan dan intim, hingga megah dan teatrikal.
Black Owl: Saat Meja Makan Menjadi Panggung Visual
Di Black Owl, suasana terasa seperti adegan film berlatar kota Asia modern. Lampion merah menggantung berlapis, memantulkan cahaya ke dinding berornamen oriental kontemporer.
Setiap sudut tampak diperhitungkan, setiap bayangan terasa disengaja. Immersive room menjadi magnet utama. Ruangan ini menghadirkan permainan visual yang membuat pengunjung serasa berada di instalasi seni interaktif.
Bukan sekadar ruang makan, melainkan pengalaman spasial yang menyelimuti. Ritual yusheng menjadi momen pembuka yang sarat makna, adukan bersama yang menyatukan harapan.

Sementara dragon wine yang mengalir dari instalasi kepala naga menghadirkan detail teatrikal yang kuat secara visual. Program Lucky Angpao dengan minimal pembelanjaan Rp1.000.000 turut menambah sensasi kejutan, ditemani alunan live music yang memperhalus suasana.
Adrian Tjahjadi (33), arsitek yang datang merayakan ulang tahun ibunya bertepatan dengan Imlek, mengaku terpukau oleh konsep ruangnya.
“Konsepnya rapi dan detail. Immersive room-nya bikin ambience terasa mahal dan berbeda dari restoran lain,” ujarnya.
Baginya, Black Owl bukan hanya tempat makan, tetapi ruang yang dirancang dengan presisi visual, tempat tradisi dan estetika bertemu dalam satu bingkai.
Mimi Livehouse: Energi yang Menyala Sepanjang Malam
Jika Black Owl bermain pada nuansa dramatis dan intim, Mimi Livehouse justru tampil ekspresif dan penuh energi. Instalasi kuda api raksasa berdiri sebagai pusat perhatian, merah menyala dengan lekukan tubuh dinamis yang melambangkan semangat Tahun Kuda Api.
Ketika malam turun, cahaya yang memancar dari tubuh patung menciptakan siluet kuat yang langsung mencuri perhatian. Di dalam venue, hiburan berlangsung tanpa jeda.
Musik, pertunjukan, dan interaksi pengunjung menciptakan atmosfer yang lebih menyerupai festival modern daripada perayaan tradisional.