Nahdlatul Ulama (NU) pada dasarnya juga menggunakan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap hilal pada akhir bulan Syaban. NU menempatkan hasil rukyat sebagai penentu utama, meskipun tetap mempertimbangkan perhitungan astronomi sebagai panduan.
Jika hilal berhasil terlihat di lokasi yang memenuhi syarat, maka NU akan menetapkan keesokan harinya sebagai 1 Ramadan. Namun, jika tidak terlihat, maka bulan Syaban digenapkan 30 hari.
Dalam praktiknya, keputusan NU sering kali selaras dengan pemerintah karena sama-sama menggunakan pendekatan rukyat. Meski demikian, secara organisatoris NU tetap memiliki mekanisme penetapan sendiri.
Kapan Salat Tarawih Dilaksanakan?
Salat Tarawih adalah Salat sunnah yang dikerjakan khusus pada malam bulan Ramadan setelah Salat Isya dan sebelum Salat Witir. Karena dalam sistem kalender Hijriah pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam, maka Tarawih pertama dilaksanakan pada malam sebelum tanggal 1 Ramadan.
Sebagai contoh, jika pemerintah menetapkan 1 Ramadan 2026 jatuh pada Rabu, maka Tarawih pertama sudah dilakukan pada Selasa malam setelah Salat Isya. Inilah sebabnya pengumuman sidang isbat sangat dinantikan, karena langsung menentukan kapan umat Islam mulai Tarawih.
Tarawih dapat dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah. Jumlah rakaatnya pun beragam, umumnya 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir (total 11 rakaat), atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat Witir. Semua pilihan tersebut memiliki dasar dan diperbolehkan.
Kontributor : Dea Nabila