Secara umum, tata cara Salat Tarawih tidak berbeda jauh dengan Salat sunnah lainnya. Berikut penjelasan langkah-langkahnya:
1. Waktu Pelaksanaan
Salat Tarawih dilaksanakan setelah Salat Isya dan sebelum masuk waktu Subuh. Biasanya dilakukan setelah Salat Isya berjamaah dan setelah dzikir atau wirid singkat.
2. Niat Salat Tarawih
Niat dilakukan di dalam hati. Jika ingin melafalkannya, berikut contoh niat sebagai makmum:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatat taraawiihi رك‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya niat Salat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Jika menjadi imam atau Salat sendiri (munfarid), lafaz niat dapat disesuaikan.
3. Dilakukan Dua Rakaat Satu Salam
Salat Tarawih dikerjakan dua rakaat kemudian salam. Setelah itu berdiri lagi untuk dua rakaat berikutnya, hingga jumlah rakaat yang diinginkan terpenuhi (8 atau 20 rakaat).
Setiap rakaat terdiri dari:
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah
- Membaca surah pendek
- Rukuk
- I’tidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Tasyahud akhir (pada rakaat kedua)
- Salam
4. Membaca Surah Pendek
Imam biasanya membaca surah-surah pendek dari Juz 30 secara berurutan. Ada pula yang mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan dengan membagi bacaan setiap malam.
5. Salat Witir
Setelah Tarawih, dilanjutkan dengan Salat Witir sebagai penutup Salat malam.
Witir bisa dilakukan dengan beberapa cara:
- 3 rakaat sekaligus dengan satu salam
- 2 rakaat salam, lalu 1 rakaat salam
- 1 rakaat saja
Di Indonesia, yang paling umum adalah 3 rakaat (2 + 1).
Niat Salat Witir dua rakaat:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatal witri rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Untuk satu rakaat terakhir, niatnya menyesuaikan menjadi satu rakaat.
6. Doa Setelah Witir
Setelah Witir, biasanya dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh imam. Doa ini berisi permohonan ampunan, keberkahan, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Hikmah Salat Tarawih
Salat Tarawih bukan sekadar tambahan ibadah, tetapi memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
- Menghidupkan malam Ramadan
- Mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu (bagi yang melaksanakannya dengan iman dan penuh harap pahala)
- Melatih kedisiplinan dan konsistensi ibadah
- Mempererat ukhuwah Islamiyah
Tarawih juga menjadi sarana memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, baik melalui bacaan imam maupun tilawah pribadi setelahnya.
Kontributor : Dea Nabila