- Gerhana bulan total terjadi pada 3 Maret 2026, terlihat di Asia dan Australia, dengan totalitas 58 menit.
- Umat Muslim dianjurkan melaksanakan salat sunnah khusuf sebagai ibadah muakkadah selama fenomena alam tersebut.
- Salat gerhana ini melibatkan dua rakaat dengan rukuk dan bacaan panjang, diakhiri dengan dua khutbah singkat.
Lanjutkan dengan rukuk kedua yang juga panjang, i'tidal singkat, lalu sujud dua kali dengan tasbih "Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih". Duduk di antara sujud seperti biasa.
Pada rakaat kedua, ulangi pola serupa: Al-Fatihah dan surah panjang, rukuk pertama lama, i'tidal, berdiri lagi dengan Al-Fatihah dan surah pendek, rukuk kedua, i'tidal, sujud dua kali.
Akhiri dengan tasyahud akhir, membaca tahiyat, shalawat Nabi, dan doa sebelum salam ke kanan dan kiri: "Assalamu'alaikum warahmatullah".
Setelah salat, jika berjamaah, imam menyampaikan dua khutbah singkat yang dipisah dengan duduk sebentar. Khutbah berisi nasihat tentang keagungan Allah, ajakan taubat, dan doa perlindungan dari azab, sesuai sunnah Nabi.
Umat juga dianjurkan memperbanyak istighfar, sedekah, dan doa selama gerhana, karena momen ini adalah waktu mustajab untuk berdoa.
Pelaksanaan salat khusuf hari ini, 3 Maret 2026, bisa dimulai sejak gerhana terlihat hingga berakhir, idealnya selama fase total untuk kekhusyukan maksimal.
Di Indonesia, dengan visibilitas baik di seluruh wilayah, umat Muslim dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk introspeksi diri, mengingat ayat Al-Quran seperti Surah Al-Qiyamah ayat 6-9 yang menyebut gerhana sebagai tanda kiamat.
Fenomena ini juga mengajarkan harmoni antara ilmu pengetahuan dan agama, di mana astronomi menjelaskan mekanisme gerhana sementara Islam menekankan aspek spiritualnya.
Dengan mengikuti tata cara salat gerhana bulan 3 Maret 2026, umat Islam tidak hanya memenuhi sunnah Rasulullah, tapi juga memperoleh pahala besar. Pastikan memeriksa cuaca lokal untuk pengamatan langsung, dan semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT.