Puncak ketegangan yang terjadi antara Iran – AS hingga berujung ke pemutusan hubungan diplomatik dan pemberlakuan sanksi ekonomis terjadi saat krisis penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran pada 1979-1981.
3. Permusuhan Memanas ( Sampai Sekarang)
Serangan demi serangan udara yang terjadi antar kedua negara tersebut sudah terjadi lama, bahkan ketegangan sudah mulai terjadi pada 1988 ketika Angkatan laut AD meluncurkan serangan besar terdapat kapal perang dan platform minyak Iran.
Ini awal mula bentrokan militer terbuka langsung antar kedua negara. Hal ini sekaligus memberikan sinyal tegas bahwa AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer untuk melindungi kepetingannya di Kawasan Timur Tengah.
Puncaknya, pada 28 Febuari 2026, militer AS dan Israel melancarkan aski dengan melakukan serangan udara dan rudal yang menarget pangkalan militer, fasilitas pertahanan, serta Operation Lion’s Roar.
Serangan ini menyebabkan kerusakan di mana-mana, kerusakan besar pada sekolah, Rumah Sakit Gandhi Hospital Tehran, bandara, dan infrastruktur lainnya.
Serangan yang dilakukan AS-Israel ternyata memicu balasan dari Iran, dan berhasil melancarkan gelombang rudal balistik dan drone ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, dan negara sekutu di Kawasan Teluk Isral.
Balasan dari Iran ke Israel menghantam Tel Aviv dan menyebabkan jumlah korban meninggan dan puluhan luka-luka di antaranya warga sipil.
4. Dampak Global
Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa kondisi keamanan di Selat Hormuz membuat jalur pelayaran strategis ditutup.
Dengan peringatan ini kepada kapal-kapal agar tidak melewati selat. Penutupan ini berdampak besar terhadap perdagangan minyak dan gas global karena Selat Hormuz merupakan jalur transit penting bagi pasokan energi dunia.
Kontributor : Damayanti Kahyangan