- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan tewas akibat serangan udara gabungan AS dan Israel.
- Kekayaan Khamenei diperkirakan mencapai 95 hingga 200 miliar dolar AS melalui kendali Setad.
- Aset Setad, yang dikendalikan Khamenei, setara beberapa kali lipat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Untuk mengonversi estimasi ini ke dalam rupiah Indonesia, kita perlu menggunakan kurs terkini.
Berdasarkan data terbaru pada Maret 2026, 1 dolar AS setara dengan sekitar 16.860 rupiah Indonesia (rata-rata dari sumber seperti Wise, Xe, dan Bloomberg).
Jika kita ambil estimasi bawah yaitu 95 miliar dolar AS, maka nilai tersebut setara dengan sekitar 1.602 kuadriliun rupiah (95.000.000.000 x 16.860 = 1.601.700.000.000.000 rupiah).
Sementara itu, untuk estimasi atas 200 miliar dolar AS, konversinya mencapai sekitar 3.372 kuadriliun rupiah (200.000.000.000 x 16.860 = 3.372.000.000.000.000 rupiah).
Angka-angka ini sangat fantastis, mengingat PDB Indonesia pada 2025 diperkirakan sekitar 1.500 triliun rupiah. Artinya, kekayaan Khamenei bisa setara dengan beberapa kali lipat ekonomi negara kita.
Kontroversi seputar kekayaan Ali Khamenei tidak berhenti di situ. Sanksi dari Departemen Keuangan AS pada 2019 menargetkan Setad karena diduga membantu Iran menghindari sanksi internasional dan menghasilkan pendapatan untuk kepemimpinan.
Kritikus, termasuk oposisi Iran di luar negeri, menuduh bahwa kekayaan ini digunakan untuk memperkaya keluarga Khamenei dan mendukung milisi seperti Hizbullah atau Houthis, bukan untuk kesejahteraan rakyat.
Khamenei sendiri sering menekankan gaya hidup sederhana, dengan keluarganya yang terdiri dari istri Khojaste Bagherzadeh dan empat anak laki-laki serta dua anak perempuan.
Namun, laporan seperti dari BBN Times menyebutkan bahwa putra Ali Khamenei memiliki aset di bank Eropa dan Iran senilai ratusan juta dolar.