- KERIS menyatakan tidak ada lokasi di dunia yang sepenuhnya aman jika terjadi konflik global berskala besar.
- Posisi strategis Indonesia sebagai jalur perdagangan vital membuatnya rentan terhadap perhitungan kepentingan geopolitik kekuatan besar.
- Dampak rambatan konflik global terbukti menyebabkan kenaikan harga pangan dan gangguan rantai pasok di dalam negeri.
![Harga minyak dunia diprediksi meroket sangat tinggi efek perang di Timur Tengah [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/01/52806-ilustrasi-perang-iran-as-selat-hormuz.jpg)
Gangguan keamanan di jalur ini bukan sekadar masalah regional, melainkan persoalan global. Jika terjadi konflik besar di kawasan Indo-Pasifik, arus logistik bisa terganggu drastis. Dampaknya tidak hanya berupa kelangkaan barang, tetapi juga kenaikan harga komoditas seperti minyak, emas, dan bahan pangan.
Dalam skenario ekstrem, ancaman bukan hanya berupa invasi terbuka, tetapi juga sabotase, perang siber, perang informasi, hingga perang proxy.
Bahkan risiko kegagalan sistem persenjataan atau insiden salah sasaran, seperti jatuhnya serpihan rudal yang melintas tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan.
Efek Domino Ekonomi dan Keamanan
Perang dunia tidak hanya soal tembakan dan pergerakan pasukan. Ketidakpastian ekonomi global hampir pasti terjadi. Nilai tukar bisa tertekan, pasar saham bergejolak, harga energi melonjak, dan ketahanan pangan terganggu.
Indonesia, dengan ketergantungan pada perdagangan internasional dan stabilitas kawasan, tentu tidak akan kebal dari efek domino tersebut. Bahkan tanpa keterlibatan langsung, tekanan ekonomi dan keamanan tetap akan terasa di dalam negeri.
Belum lagi ancaman di sektor ruang angkasa yang kini semakin relevan, mengingat ketergantungan sistem komunikasi dan navigasi pada satelit. Konflik yang meluas ke domain ini bisa berdampak pada sistem perbankan, transportasi, hingga pertahanan nasional.
Kenapa Indonesia Disebut Aman?
Lalu, mengapa Indonesia kerap muncul dalam daftar negara aman?
Jawabannya biasanya merujuk pada dua hal: tidak memiliki musuh langsung dalam konflik global saat ini dan tidak menjadi basis militer negara besar. Namun, penilaian ini cenderung menyederhanakan realitas geopolitik.
Dalam konflik global, faktor strategis seperti jalur laut, sumber daya alam, dan posisi geografis bisa menjadi pertimbangan utama. Indonesia memiliki ketiganya. Dengan potensi sumber daya yang melimpah dan lokasi yang vital, Indonesia tetap memiliki daya tarik strategis bagi berbagai kepentingan.
Tantangan Bukan Soal Terlibat atau Tidak
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar apakah Indonesia akan terlibat langsung atau tidak dalam Perang Dunia III. Tantangan yang lebih besar adalah sejauh mana Indonesia siap menghadapi konsekuensi strategis, ekonomi, dan keamanan yang hampir pasti muncul.
Lembaga Kajian Pertahanan Strategis menegaskan bahwa tidak ada negara yang benar-benar aman dalam perang global. Menganggap Indonesia sepenuhnya aman justru berpotensi meninabobokan kesiapsiagaan.
Kesadaran bahwa risiko itu nyata menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan nasional, baik di sektor pertahanan, ekonomi, maupun keamanan siber.