Ini terjadi karena sinar Matahari dibiaskan melalui atmosfer Bumi sehingga hanya warna merah yang mencapai permukaan Bulan saat berada di bayangan Bumi.
Fenomena ini aman dilihat dengan mata telanjang, berbeda dengan gerhana matahari, sehingga tidak perlu kacamata khusus.
Tips Mengamati Gerhana
Berikut tips supaya pengalaman menonton gerhana makin maksimal:
- Cari lokasi dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya
- Gunakan aplikasi astronomy untuk tracking posisi Bulan
- Bawa tripod dan kamera untuk foto dan Vlogging
- Gabung dengan komunitas astronomi atau observatorium lokal untuk pengamatan bersama
Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 menjadi momen astronomi langka yang bisa disaksikan di banyak negara termasuk Indonesia, mulai dari fase penumbra sore hingga totalitas malam hari.
Kalau kamu tidak bisa melihat langsung, streaming live di YouTube resmi seperti yang disiarkan oleh Virtual Telescope Project adalah opsi terbaik untuk menyaksikan fenomena ini secara global.
Jangan lupa cek jadwal fase sesuai zona waktu kamu supaya tidak ketinggalan puncak totalitasnya!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama