- Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang mudah menular.
- Gejala awal termasuk demam tinggi, pilek, mata merah, dan lemas.
- Masa menular berlangsung 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah ruam muncul.
Suara.com - Baru-baru ini, warganet di platform X ramai membahas penyakit campak, mulai dari penyebab, dampak, hingga cara penularannya.
Perbincangan tersebut dipicu oleh unggahan selebgram sekaligus TikToker Ruce Nuenda yang diduga tengah mengalami campak, tapi tetap beraktivitas di luar rumah. Aksinya menuai pro dan kontra setelah unggahannya viral.
Dalam klarifikasinya, Ruce Nuenda mengaku tidak mengetahui bahwa campak merupakan penyakit yang mudah menular. Ia menyampaikan bahwa setelah mendapat banyak teguran dari warganet, dirinya langsung pulang ke rumah.
"Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup dengan istirahat, minum obat, menggunakan salep, serta menjaga jarak dari anak saya di rumah," klarifikasinya Ruce Nuenda.
"Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf," sambungnya.
Lantas, sebenarnya apa penyebab campak dan bagaimana gejalanya pada orang dewasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Penyakit Campak?
Mengacu pada informasi dari Kementerian Kesehatan, campak merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular akibat virus. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, namun tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Penularan campak terjadi dari orang ke orang melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, serta dapat menyebar melalui udara (airborne). Campak termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Sebagian orang menganggap campak hanya menyebabkan ruam dan demam ringan yang akan sembuh dalam beberapa hari. Padahal, penyakit ini dapat berujung pada komplikasi berat hingga kematian, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.
Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare, pneumonia (radang paru-paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.
Kelompok yang rentan terkena campak meliputi bayi di atas usia satu tahun yang belum diimunisasi, anak yang tidak mendapat vaksin lengkap, serta remaja dan dewasa muda yang belum menerima imunisasi dosis kedua.
Apa Penyebab Penyakit Campak?
Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae. Penularannya sangat cepat dan mudah melalui beberapa cara berikut.
- Percikan saliva (droplet): Saat penderita batuk atau bersin, virus menyebar ke udara dan dapat menginfeksi orang di sekitarnya.
- Kontak langsung: Sentuhan langsung dengan cairan tubuh penderita dapat menjadi jalur penularan.
- Benda yang terkontaminasi: Virus campak mampu bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Anak yang menyentuh benda tersebut lalu memegang mulut atau hidung berisiko terinfeksi.
Gejala Penyakit Campak
Beberapa gejala yang umum muncul antara lain adalah sebagai berikut.
Gejala Awal (Hari ke-1 hingga ke-4)
- Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
- Pilek disertai batuk kering.
- Mata merah dan berair (konjungtivitis).
- Tubuh terasa lemas serta menurunnya nafsu makan.
Tanda Khas
- Koplik spot, yakni bintik putih kecil di bagian dalam pipi.
- Biasanya muncul sebelum ruam dan menjadi salah satu tanda penting dalam menegakkan diagnosis campak.
Gejala Lanjutan
- Ruam kemerahan mulai terlihat dari wajah dan leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
- Demam umumnya meningkat saat ruam mulai muncul.
Masa Penularan
Penderita dapat menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam timbul.
Komplikasi Penyakit Campak
Campak dapat memicu sejumlah komplikasi, seperti di bawah ini.
- Infeksi telinga
- Diare berat dan muntah
- Dehidrasi
- Pneumonia
- Kebutaan
- Bronkitis pada anak
- Ensefalitis (radang otak)
Cara Pencegahan Penyakit Campak
- Melakukan imunisasi campak sesuai jadwal.
- Memberikan ASI untuk melindungi bayi dari risiko infeksi.
- Menjalankan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rutin mencuci tangan.
- Secara berkala membersihkan dan mendisinfeksi benda atau permukaan di rumah.
- Meningkatkan daya tahan tubuh anak melalui asupan makanan bergizi, tidur cukup, dan olahraga teratur.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Batasi aktivitas berlebihan di luar rumah.
- Hindari bersin atau batuk sembarangan.
- Kurangi kontak langsung dengan orang lain saat sakit.
- Biasakan selalu mencuci tangan dengan benar.