Apa Penyebab Penyakit Campak? 'Kasus' Selebgram Ruce Nuenda Jadi Perbincangan

Husna Rahmayunita, Dita Alvinasari

Rabu, 04 Maret 2026 | 08:38 WIB
Apa Penyebab Penyakit Campak? 'Kasus' Selebgram Ruce Nuenda Jadi Perbincangan
Selebgram Ruce Nuenda ramai jadi perbincangan di X
baca 10 detik
  • Campak disebabkan oleh virus Morbillivirus yang mudah menular.
  • Gejala awal termasuk demam tinggi, pilek, mata merah, dan lemas.
  • Masa menular berlangsung 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah ruam muncul.

Suara.com - Baru-baru ini, warganet di platform X ramai membahas penyakit campak, mulai dari penyebab, dampak, hingga cara penularannya.

Perbincangan tersebut dipicu oleh unggahan selebgram sekaligus TikToker Ruce Nuenda yang diduga tengah mengalami campak, tapi tetap beraktivitas di luar rumah. Aksinya menuai pro dan kontra setelah unggahannya viral.

Dalam klarifikasinya, Ruce Nuenda mengaku tidak mengetahui bahwa campak merupakan penyakit yang mudah menular. Ia menyampaikan bahwa setelah mendapat banyak teguran dari warganet, dirinya langsung pulang ke rumah.

"Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup dengan istirahat, minum obat, menggunakan salep, serta menjaga jarak dari anak saya di rumah," klarifikasinya Ruce Nuenda.

"Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf," sambungnya.

Lantas, sebenarnya apa penyebab campak dan bagaimana gejalanya pada orang dewasa? Berikut penjelasan lengkapnya.

Selebgram Ruce Nuenda ramai jadi perbincangan di X
Selebgram Ruce Nuenda ramai jadi perbincangan di X

Apa Itu Penyakit Campak?

Mengacu pada informasi dari Kementerian Kesehatan, campak merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular akibat virus. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang, namun tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius.

Penularan campak terjadi dari orang ke orang melalui droplet saat penderita batuk atau bersin, serta dapat menyebar melalui udara (airborne). Campak termasuk dalam kelompok Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

baca juga

Sebagian orang menganggap campak hanya menyebabkan ruam dan demam ringan yang akan sembuh dalam beberapa hari. Padahal, penyakit ini dapat berujung pada komplikasi berat hingga kematian, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare, pneumonia (radang paru-paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, gizi buruk, hingga kematian.

Kelompok yang rentan terkena campak meliputi bayi di atas usia satu tahun yang belum diimunisasi, anak yang tidak mendapat vaksin lengkap, serta remaja dan dewasa muda yang belum menerima imunisasi dosis kedua.

Apa Penyebab Penyakit Campak?

Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae. Penularannya sangat cepat dan mudah melalui beberapa cara berikut.

  • Percikan saliva (droplet): Saat penderita batuk atau bersin, virus menyebar ke udara dan dapat menginfeksi orang di sekitarnya.
  • Kontak langsung: Sentuhan langsung dengan cairan tubuh penderita dapat menjadi jalur penularan.
  • Benda yang terkontaminasi: Virus campak mampu bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Anak yang menyentuh benda tersebut lalu memegang mulut atau hidung berisiko terinfeksi.

Gejala Penyakit Campak

Beberapa gejala yang umum muncul antara lain adalah sebagai berikut.

Gejala Awal (Hari ke-1 hingga ke-4)

  • Demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba.
  • Pilek disertai batuk kering.
  • Mata merah dan berair (konjungtivitis).
  • Tubuh terasa lemas serta menurunnya nafsu makan.

Tanda Khas

  • Koplik spot, yakni bintik putih kecil di bagian dalam pipi.
  • Biasanya muncul sebelum ruam dan menjadi salah satu tanda penting dalam menegakkan diagnosis campak.

Gejala Lanjutan

  • Ruam kemerahan mulai terlihat dari wajah dan leher, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
  • Demam umumnya meningkat saat ruam mulai muncul.

Masa Penularan

Penderita dapat menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam timbul.

Komplikasi Penyakit Campak

Campak dapat memicu sejumlah komplikasi, seperti di bawah ini.

  • Infeksi telinga
  • Diare berat dan muntah
  • Dehidrasi
  • Pneumonia
  • Kebutaan
  • Bronkitis pada anak
  • Ensefalitis (radang otak)

Cara Pencegahan Penyakit Campak

  • Melakukan imunisasi campak sesuai jadwal.
  • Memberikan ASI untuk melindungi bayi dari risiko infeksi.
  • Menjalankan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rutin mencuci tangan.
  • Secara berkala membersihkan dan mendisinfeksi benda atau permukaan di rumah.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh anak melalui asupan makanan bergizi, tidur cukup, dan olahraga teratur.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Batasi aktivitas berlebihan di luar rumah.
  • Hindari bersin atau batuk sembarangan.
  • Kurangi kontak langsung dengan orang lain saat sakit.
  • Biasakan selalu mencuci tangan dengan benar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya

Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:05 WIB

WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:01 WIB

ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

ISPA hingga Diare Dominasi Penyakit di Wilayah Bencana Sumatera, Menkes: Campak Paling Dikhawatirkan

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:29 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×