- Fadia Arafiq menjabat wakil bupati dengan kekayaan tertentu.
- Saat menjadi bupati, kekayaannya melonjak hingga 3 kali lipat.
- Perubahan ini menunjukkan lonjakan signifikan dalam asetnya selama karier politik.
Suara.com - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Jawa Tengah pada Selasa, 3 Maret 2026.
Ia langsung dibawa dari Pekalongan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa outsourcing di sejumlah dinas Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Kasus ini menjadi sorotan publik, tidak hanya karena OTT KPK, tetapi juga karena adanya lonjakan signifikan dalam kekayaan Fadia Arafiq dari awal menjabat sebagai wakil bupati hingga posisi terakhirnya sebagai bupati.
Berikut perbandingan kekayaan Fadia Arafiq saat awal menjabat wakil bupati Pekalongan dan data harta terbarunya sebelum terjerat kasus OTT KPK.

Beda Kekayaan Fadia Arafiq dari Wakil Bupati ke Bupati
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK, Fadia Arafiq mengalami lonjakan dalam nilai kekayaannya sejak awal menjabat sebagai wakil bupati hingga masa jabatannya sebagai bupati Pekalongan sebelum terjerat OTT KPK.
Dalam LHKPN yang dilaporkan pada 17 Februari 2011, istri Ashraff Abu itu mencatat total kekayaan sebesar Rp26,1 miliar. Sementara itu, dalam laporan LHKPN terbarunya, total kekayaan Fadia Arafiq meningkat tajam 3 kali lipat menjadi Rp85,6 miliar.
Kekayaan Fadia Arafiq Awal Jabat Wakil Bupati
Berikut rincian kekayaan Fadia Arafiq saat awal menjabat sebagai wakil bupati Pekalongan periode 2011-2016.
A. Harta Tidak Bergerak Rp14.983.357.000
- Tanah & Bangunan seluas 90 m2 & 55 m2, di Kabupaten BOGOR, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2004, NJOP Rp108.445.000
- Tanah & Bangunan seluas 180 m2 & 162 m2, di Kabupaten BOGOR, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2009, NJOP Rp474.912.000
- Bangunan seluas 2,25 m2 , di Kota JAKARTA PUSAT, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2009, NJOP Rp3.600.000.000
- Bangunan seluas 5,98 m2 , di Kota JAKARTA PUSAT, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2009, NJOP Rp1.200.000.000
- Bangunan seluas 2,84 m2 , di Kota JAKARTA PUSAT, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2009, NJOP Rp4.800.000.000
- Bangunan seluas 2 m2 , di Kota JAKARTA PUSAT, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2009, NJOP Rp4.800.000.000
B. Harta Bergerak
Baca Juga: Kronologi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK
a. Alat Transportasi dan Mesin Lainnya Rp413.000.000
- Mobil, merk HONDA FREED, tahun pembuatan 2010, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2010 nilai jual Rp320.000.000
- Mobil, merk PEUGEOT, tahun pembuatan -, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 1999 nilai jual Rp85.000.000
- Motor, merk HONDA SUPRA FIT, tahun pembuatan -, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan tahun 2007 nilai jual Rp8.000.000
b. Usaha Lainnya Rp3.640.000.000
- USAHA LAINNYA, sejumlah 1 USAHA PERDAGANGAN, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan dari tahun 2008 sampai dengan 2011 dengan nilai jual Rp1.890.000.000
- USAHA LAINNYA, sejumlah 1 USAHA GARMENT, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan dari tahun 2001 sampai dengan 2011 dengan nilai jual Rp1.750.000.000
c. Harta Bergerak Lainnya Rp1.080.000.000
- BENDA BERGERAK LAINNYA, yang berasal dari HASIL SENDIRI, perolehan dari tahun 1998 sampai dengan 2011 dengan nilai jual Rp1.080.000.000
C. Surat Berharga -
D. Giro dan Setara Kas Lainnya Rp6.023.000.000
Dalam laporan LHKPN-nya ini, Fadia Arafiq tidak tercatat memiliki utang, sehingga total kekayaan bersihnya senilai Rp26.139.357.000.