Suara.com - Tak hanya lapar dan haus, umat muslim yang berpuasa harus menahan diri dari berbagai cobaan dari segala perbuatan yang buruk.
Momentum puasa Ramadan ini seharusnya dijadikan ajang untuk kita dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan dan menjauhkan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala.
Selama berpuasa kita harus pandai-pandai menjaga diri, menjaga lisan untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Cobaan demi cobaan yang datang ketika berpuasa bukan perkara perut dan tenggorokan saja, akan tetapi hal lain yang erat kaitannya dengan emosi, mental, hingga spiritual.
Mau tidak mau, setiap Muslim yang berpuasa wajib menahan diri dari godaan-godaan tersebut, agar ibadah puasa yang dilakukan lebih bermakna, berpahala, serta meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Apakah Setan Menggoda Manusia di Bulan Puasa?
Sejak zaman nabi Adam as, iblis sudah berjanji untuk terus menganggu umat manusia hingga hari kiamat kelak tiba.
Akan tetapi ada saat di mana setan tidak mampu menggoda manusia. Pada bulan suci Ramadan yang penuh berkah, setan akan terbelenggu. Intensitas setan dalam menggoda manusia menjadi terbatas tidak seperti hari biasanya.
Salam satu ulama kenamaan di Indonesia dalam suatu kesempatan pernah di wawancarai perihal godaan setan pada bulan Ramadan.
Ia lantas menjelaskan bulan Ramdhan adalah bulan istimewa yang diberikan Allah SWT kepada umatnya. Maka setan-setan akan terbelenggu.
“Makna terbelenggu sendiri memiliki dua definisi, pertama setan yang terlebenggu benar-benar diikat dalam artian tidak bisa bergerak. Kedua, makna terbelenggu berpacu pada sifat setan dalam menjerumuskan manusia,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.
Bulan Ramadan dipersiapkan Allah agar manusia lebih fokus dalam menjalankan ibadah. Puasa merupakan bagian dari membentengi diri dari perbuatan setan.
Oleh karena itu, Allah memerintahkan setan-setan tidak berdaya dalam menggoda manusia. Dengan begitu, umat Islam yang menjalankan puasa memiliki controlling diri atas tipu daya setan dengan terus mengendalikan hawa nafsu.
Cobaan Terberat Selama Ramadan
Dihimpun dari berbagai sumber, inilah beberapa cobaan terberat yang sering dirasakan selama berpuasa. Berikut diantaranya.
1. Menahan Emosi
Manusia sebagai mahluk ciptaan Allah SWT yang dikaruniankan banyak hal, termasuk emosi. Rasa lelah dan lapar dapat membuat emosi seseorang jadi lebih sensitif.
Ada baiknya saat berpuasa, sebisa mungkin untuk mengendalikan diri dan emosi ketika ada seseorang yang melakukan hal tak baik.
2. Menahan Rasa Kantuk Berlebih
Semua muslim yang berpuasa pasti merasakan rasa kantuk yang berlebih, terutama di jam-jam rawan seperti selepas salat Subuh, dan siang hari.
Kondisi tersebut wajar terjadi karena metabolisme tubuh yang berubah ketika berpuasa. Namun, bukan berarti membuat kita jadi lalai untuk melakukan ibadah lainnya.
Semangat puasa biasanya sering tinggi ketika di awal-awal Ramadan, namun tetap dijaga konsistensinya hingga akhir, karena Ramadhan membutuhkan komitmen dan keikhlasan.
3. Menjaga Lisan
Ketika berpuasa, baiknya untuk tidak berkata kasar, bergosip, atau berdebat berlebihan yang dapat membatalkan puasa.
Menjaga ucapan adalah tantangan yang tidak mudah. Apabila kita mampu mengendalikannya, bukan hanya pahala yang didapat, tetapi juga pribadi yang lebih sabar, kuat, dan matang secara spiritual.
4. Melawan Rasa Malas
Perubahan pola makan dan tidur terkadang membuat tubuh jadi terasa lemas. Melawan rasa malas, agar tetap produktif menjadi ujian tersendiri.
5. Mengontrol Diri
Saat berbuka, keinginan untuk makan banyak sering muncul, hal ini disebabkan menahan lapar selama kurang lebih 2 jam. Mengontrol diri saat berbuka puasa penting dilakukan agar tetap bijak dalam makan adalah bagian dari latihan puasa.
Kontributor : Damayanti Kahyangan