Suara.com - Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Perayaan ini identik dengan kebahagiaan, silaturahmi, serta tradisi saling memaafkan antar keluarga, sahabat, dan kerabat.
Pada hari yang penuh berkah ini, masyarakat biasanya saling mengirimkan ucapan selamat Lebaran. Salah satu kalimat yang paling populer adalah “Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.” Ucapan ini sering disampaikan secara langsung ketika berkunjung ke rumah keluarga maupun melalui pesan singkat, kartu ucapan, hingga media sosial.
Kalimat tersebut bukan hanya sekadar ucapan selamat, tetapi juga mengandung doa dan harapan baik bagi sesama Muslim di hari yang fitri.
Ungkapan “Minal ‘Aidin wal Faizin” berasal dari bahasa Arab (من العائدين والفائزين). Secara umum, kalimat ini dimaknai sebagai doa yang berarti semoga seseorang termasuk orang-orang yang kembali kepada kesucian dan memperoleh kemenangan.
Kata ‘id yang berarti hari raya berasal dari kata kerja ‘aada yang berarti kembali. Dari kata tersebut muncul kata ‘aaidun yang berarti orang yang kembali. Dalam bentuk jamak menjadi ‘aaidin, yang dapat dimaknai sebagai orang-orang yang kembali atau mereka yang merayakan hari raya.
Karena itu, ucapan Minal Aidin Wal Faizin sering dipahami sebagai harapan agar seseorang kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah Ramadan dan memperoleh pahala serta ampunan dari Allah.
Sebagian orang sempat mempertanyakan penggunaan ucapan ini karena dianggap tidak digunakan oleh masyarakat Arab. Namun kenyataannya, ungkapan tersebut juga pernah digunakan oleh sebagian masyarakat Arab, khususnya dari wilayah Syam.
Para ulama juga menjelaskan bahwa ucapan selamat pada hari raya tidak memiliki batasan tertentu, selama maknanya baik dan tidak bertentangan dengan syariat. Salah satu ucapan yang juga dikenal sejak masa sahabat adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum” yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
Selain itu, beberapa ucapan lain yang memiliki makna baik juga sering digunakan, seperti ‘Iidukum Mubarak yang berarti semoga hari raya penuh berkah, atau ‘Iidukum Sa’id yang berarti semoga hari raya membawa kebahagiaan.
Baca Juga: Niat untuk Zakat Fitrah: Bacaan Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Arab, Latin, dan Artinya
Ucapan tersebut biasanya disertai dengan kalimat “mohon maaf lahir dan batin.” Kalimat ini menjadi bentuk permohonan maaf atas kesalahan yang mungkin pernah terjadi, baik yang disengaja maupun tidak. Karena itulah Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi serta memperbaiki hubungan dengan sesama.
Berikut ini beberapa contoh kata-kata Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin yang bisa dibagikan kepada keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.
1. Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita selalu dalam lindungan Allah.
2. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf yang pernah terjadi.
3. Di hari yang penuh berkah ini, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga hati kita kembali bersih.
4. Idul Fitri adalah waktu untuk saling memaafkan. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.