suara mereka

Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah? Ini Prediksi 1 Syawal dan Libur Lebaran

Farah Nabilla Suara.Com
Kamis, 05 Maret 2026 | 15:08 WIB
Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah? Ini Prediksi 1 Syawal dan Libur Lebaran
Ilustrasi Suasana Lebaran - Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah? (Gemini)

Suara.com - Memasuki pertengahan bulan Ramadhan 2026, banyak umat muslim yang tak sabar menyambut hari kemenangan atau Idul Fitri. Di mana, hari besar umat Islam ini identik dengan berbagai tradisi dan aktivitas berkumpul dengan keluarga dan kerabat. Meski begitu, banyak yang masih bingung dan mempertanyakan Idul Fitri 2026 berapa Hijriah?

Pertanyaan tersebut ramai dibahas mengingat, penulisan Idul Fitri selalu diikuti dengan angka yang menunjukkan tahun Hijriah. Selain itu, Idul Fitri 2026 yang jatuh pada tanggal 1 Syawal yang merupakan pergantian bulan dalam kalender Islam.

Idul Fitri 2026 Berapa Hijriah?

Berdasarkan jadwal dalam kalender Hijriah, Idul Fitri tahun 2026 bertepatan dengan tanggal 1 Syawal 1447 H. Hari tersebut sekaligus menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan di mana umat Islam menunaikan ibadah puasa selama 30 hari berturut-turut.

Menurut jadwal dalam kalender Islam internasional dan sejumlah perhitungan astronomi, Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada tanggal 20 Maret 2026. Tanggal tersebut juga menjadi patokan awal bagi sejumlah negara di Asia Tenggara untuk mempersiapkan lebaran.

Mekanisme Penentuan 1 Syawal (Idul Fitri) di Indonesia

Sidang Isbat Kementerian Agama

Pemerintah Indonesia menentukan awal bulan Hijriah lewat sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag). Penentuan Hari Raya Idul Fitri 2026, dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang tersebut digelar dengab melibatkan berbagai unsue, antara lain:

  • Perwakilan organisasi Islam
  • Pakar astronomi dan ahli falak
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Sejumlah lembaga pemerintah terkait

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama memaparkan bahwa, pemerintah menggunakan dua pendekatan sekaligus, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Dua metode itu memiliki tujuan untuk memastikan keputusan yang diambil sesuai dasar ilmiah sekaligus syariat agama.

Baca Juga: Cara Tukar Uang Baru Pecahan Rp10 Ribu untuk Lebaran 2026 Selain Lewat ATM

Mengenal metode penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia:

1. Hisab (perhitungan astronomi)

Metode hisab memakai perhitungan posisi bulan dan matahari secara ilmiah yang digunakan untuk memperkirakan kemungkinan terlihatnya hilal (bulan).

2. Rukyat (pengamatan hilal)

Hilal akan diamati secara langsung di sejumlah titik pengamatan di seluruh wilayah Indonesia. Apabila hilal terlihat dan sudah memenuhi kriteria, maka awal bulan Hijriah bisa ditetapkan.

Kementerian Agama menjelaskan bahwa, kombinasi antara dua metode ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga akurasi ilmiah dan mempertimbangkan tradisi keagamaan umat Islam di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI