وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ
Latin:
Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka‘ū ma‘ar-rāki‘īn.
Artinya:
“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Ayat ini menegaskan bahwa zakat merupakan bagian penting dari ibadah yang harus dijalankan oleh umat Islam.
Tujuan Zakat Fitrah dalam Islam
Ada beberapa tujuan utama mengapa zakat fitrah diwajibkan dalam Islam.
1. Membersihkan Diri setelah Berpuasa
Selama menjalankan ibadah puasa, manusia tidak luput dari kesalahan, baik berupa perkataan yang kurang baik maupun perbuatan yang tidak bermanfaat.
Baca Juga: Analis Boni Hargens: Sinergi Polri dan Lembaga Negara Sukses Jaga Kondusivitas Ramadan
Zakat fitrah menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dari kekurangan tersebut. Dengan menunaikan zakat fitrah, seorang Muslim diharapkan dapat menyempurnakan ibadah puasanya sehingga menjadi lebih bermakna di hadapan Allah SWT.
2. Menyempurnakan Ibadah Puasa
Puasa Ramadan bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, pikiran, dan perilaku. Zakat fitrah berfungsi sebagai penyempurna dari ibadah tersebut.
Ibarat sebuah bangunan, puasa adalah fondasinya, sementara zakat fitrah menjadi pelengkap yang membuat ibadah itu menjadi lebih sempurna.
3. Menolong Fakir Miskin
Salah satu tujuan utama zakat fitrah adalah membantu mereka yang membutuhkan. Melalui zakat ini, fakir miskin dapat memperoleh makanan yang cukup untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.