- Rakernas Gekrafs 2026 menekankan perlunya generasi muda menggabungkan kreativitas dengan pola pikir bisnis untuk ekonomi nyata.
- Pentingnya perlindungan kekayaan intelektual disorot, didukung skema pembiayaan IP Finance pemerintah senilai sekitar Rp10 triliun.
- Forum tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antar pelaku kreatif Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
“Artinya sertifikat kekayaan intelektual itu bisa menjadi modal usaha dan dapat dijadikan jaminan ke lembaga keuangan termasuk perbankan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN Aminuddin Ma'ruf menyoroti pentingnya memperluas akses pembiayaan agar peluang usaha tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar. Ia menilai pelaku usaha kecil dan kreatif juga perlu mendapatkan akses permodalan agar dapat berkembang.
Menurutnya, sektor perbankan memang harus menjalankan prinsip kehati-hatian sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan, namun pemerintah terus mencari berbagai solusi agar pembiayaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Di sisi lain, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai keberhasilan dalam industri kreatif tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal atau luasnya jaringan. Kemauan, kreativitas, serta keberanian untuk menunjukkan karya kepada publik justru menjadi faktor yang paling penting.
Ia mencontohkan industri pengembang gim Indonesia yang banyak memperoleh pendapatan dari pasar luar negeri dengan nilai hingga jutaan dolar untuk setiap gim.
“Dengan satu mobile phone saja kita sudah bisa berkarya, apalagi di era AI sekarang. Pertanyaannya hanya satu: seberapa besar kemauan kita,” ujar Irene.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa Rakernas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperluas jaringan hingga tingkat global. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan pengurus dari 38 provinsi serta perwakilan dari 12 negara.
“Kita ingin program-program Gekrafs semakin berdampak bagi masyarakat dan menjadi jembatan bagi pejuang ekonomi kreatif Indonesia agar karya dan jasanya bisa dimanfaatkan oleh pasar global,” kata Kawendra.
Hal senada juga disampaikan Ketua Panitia Rakernas, Tommy Tampubolon, yang menilai forum ini menjadi kesempatan penting untuk menyelaraskan program serta memperkuat koordinasi antar pengurus.
Baca Juga: Rakernas Gekrafs Diinterupsi, Dasco Ajak Peserta Doakan Vidi Aldiano: Dia Pejuang Ekonomi Kreatif
“Rakernas ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan program dan memperkuat kolaborasi agar gerakan ekonomi kreatif dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri, ekonomi kreatif diharapkan semakin kuat sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Bagi generasi muda, momentum ini menjadi pengingat bahwa kreativitas perlu dibarengi dengan pola pikir bisnis, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus berinovasi agar karya yang lahir tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.