-
Penerima zakat fitrah dianjurkan mendoakan muzakki sesuai perintah Surah At-Taubah.
-
Tersedia dua versi doa populer dari Habib Hasan dan Syekh Nawawi.
-
Zakat fitrah wajib disalurkan kepada delapan golongan asnaf yang berhak.
Artinya: "Semoga Allah menyucikan hatimu seperti hati orang-orang saleh, menyucikan amalmu seperti amal orang-orang pilihan, dan memberikan rahmat pada rohmu seperti para syuhada."
8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat
Zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada sembarang orang. Berdasarkan QS At-Taubah ayat 60, hanya ada delapan golongan (asnaf) yang berhak menerimanya:
- Fakir: Orang yang hampir tidak memiliki apa-apa dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.
- Miskin: Orang yang memiliki harta atau penghasilan, tapi tetap tidak cukup untuk kebutuhan pokok.
- Amil: Petugas atau lembaga yang mengelola dan menyalurkan zakat.
- Mualaf: Orang yang baru masuk Islam untuk menguatkan keimanannya.
- Gharim: Orang yang memiliki utang mendesak dan tidak mampu melunasinya.
- Riqab: Upaya untuk memerdekakan budak yang saat ini relevan untuk bantuan hukum bagi pekerja yang tertindas.
- Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah, termasuk dalam dakwah dan pendidikan.
- Ibnu Sabil: Musafir atau orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan untuk tujuan yang baik.
Mengapa Harus Berdoa?
Membaca doa saat menerima zakat fitrah memiliki keutamaan yang luar biasa.
Selain sebagai bentuk penghargaan kepada muzakki, doa ini menjadi jembatan spiritual yang memperkuat tali persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah).
Dengan mendoakan mereka, kita turut memohonkan agar harta yang tersisa di tangan pemberi zakat menjadi harta yang berkah dan suci.
Jadi, bagi Anda yang bertugas di masjid sebagai amil atau bagi siapa saja yang menerima manfaat zakat, jangan lupa lantunkan doa di atas saat menerima beras atau uang zakat.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Smartband dengan Fitur Sleep Tracker Terbaik 2026, Pantau Kualitas Tidur Lebih Mudah