Suara.com - Ucapan Idulfitri yang Benar, Taqabbalallahu Minna wa Minkum atau Minal Aidin Wal Faizin?
Ketika merayakan Idulfitri, sebagian umat Islam mungkin ada yang mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan ada juga yang menyampaikan Minal Aidin Wal Faizin. Dari kedua ucapan tersebut, mana yang benar untuk disampaikan?
Momen Idulfitri dimanfaatkan semua kaum Muslimin untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, teman, atau tetangga di lingkungan sekitar rumah. Saat hari raya tiba, kebanyakan dari mereka saling memberikan ucapan selamat merayakan Lebaran.
Akan tetapi, bagaimana ucapan Idulfitri sesuai sunah yang dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW?
Ucapan Idulfitri sesuai sunah
Terdapat satu keterangan anjuran mengenai pemberian ucapan selamat Idulfitri. Ucapan tersebut adalah sebagai berikut,
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Latin: Taqabbalallahu minna wa minkum
Artinya:
"Semoga Allah menerima amal ibadah kami serta amal ibadah kalian semua."
Taqabbalallahu Minna wa Minkum pada dasarnya bermakna, "semoga Allah SWT menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kamu sekalian." Saat hari raya, biasanya kalimat ini juga diikuti dengan ungkapan puasa, salat, dan amal ibadah lainnya.
Sehingga, bacaan doanya menjadi Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum (puasa kami dan puasa kamu), Shalatana wa shalatakum (salat kami dan salat kalian).
Dengan demikian, ucapan ini bermakna doa semoga amalan kebaikan kita diterima oleh Allah SWT.
Sementara itu, kalimat Minal Aidin Wal Faizin tidak berdiri sendiri, melainkan diawali juga dengan ja’alanallah. Maka dari itu, kalimat lengkapnya adalah Ja’anallahu minal ‘aidin wal faizin, yang artinya "Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (fitrah) dan menjadi pemenang."
Para ulama menjelaskan bahwa kalimat yang digunakan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri bukanlah Minal Aidin wal Faizin, melainkan Taqabbalallahu Minaa wa Minkum.
Melalui Jubair bin Nafir yang mengisahkan sebuah riwayat ketika para sahabat Rasulullah SAW saling mengucapkan kalimat ini saat berjumpa di Hari Raya Idulfitri.
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن
Artinya:
"Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah SAW berjumpa dengan hari 'ied (Idulfitri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, 'Taqobbalallahu minna wa minkum'."
Meskipun begitu, bentuk ucapan selamat di hari raya sebenarnya tidak diberi aturan ketat di dalam syariat Islam.
Ucapan apa pun yang diutarakan selama maknanya tidak keliru asalnya bisa dipakai. Termasuk dalam menggunakan kalimat Minal 'aidin wal faizin' yang berarti "Semoga kembali dan meraih kemenangan".
Selain Taqabbalallahu minna wa minkum dan Minal aidin wal faidzin ucapan hari raya lainnya yang dapat digunakan adalah 'Ied mubarak (Semoga menjadi 'ied yang penuh berkah) dan Kullu 'aamin wa antum bi khair (semoga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan).
Kontributor : Rizky Melinda