Suara.com - Di antara keistimewaan bulan Ramadan, malam Lailatul Qadar menempati posisi yang sangat istimewa.
Malam penuh kemuliaan ini diyakini menjadi waktu turunnya rahmat, ampunan, dan berbagai kebaikan bagi umat Islam yang menghidupkannya dengan ibadah.
Oleh karena waktunya dirahasiakan, banyak umat Muslim mencari tanda-tandanya melalui hadis Rasulullah SAW. Lantas, apa saja ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar menurut hadis?
Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk hadirnya malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan tersebut.
Berikut ini 10 tanda malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadis, seperti dikutip dari berbagai sumber.

1. Terjadi pada Malam Ganjil Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Salah satu ciri utama Lailatul Qadar adalah waktunya yang berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Ketidakpastian waktu ini justru menjadi hikmah tersendiri agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja.
Dengan begitu, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.
Baca Juga: Doa agar Dipermudah Mendapat Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Malam Terakhir Ramadan
2. Malam Terasa Tenang dan Penuh Kedamaian
Hadis-hadis Rasulullah SAW menggambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang sangat damai. Suasana malam terasa hening, menenangkan, dan penuh ketenteraman.
Banyak ulama menjelaskan bahwa ketenangan ini berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi untuk membawa rahmat dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah. Keadaan tersebut membuat suasana malam terasa berbeda dibandingkan malam lainnya.
3. Suhu Udara Sejuk, Tidak Terlalu Panas atau Dingin
Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Lailatul Qadar memiliki kondisi udara yang nyaman. Rasulullah SAW menggambarkan malam ini sebagai malam yang tidak panas dan tidak pula terlalu dingin.
Suhu udara yang sejuk membuat umat Islam lebih mudah dan nyaman untuk menjalankan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, atau berdoa.
4. Langit Tampak Bersih dan Cerah
Ciri lain yang disebutkan dalam hadis adalah kondisi langit yang tampak bersih dan cerah. Pada malam tersebut, langit terlihat lebih terang dengan suasana yang menenangkan.
Bahkan dalam beberapa riwayat digambarkan seolah-olah ada cahaya bulan yang bersinar lembut di langit malam. Keadaan ini semakin mendukung kekhusyukan orang-orang yang menghidupkan malam dengan ibadah.
5. Angin Berhembus Lembut
Tanda berikutnya adalah hembusan angin yang terasa sangat lembut. Tidak ada badai atau angin kencang yang mengganggu. Sebaliknya, udara terasa nyaman dan menenangkan sehingga menciptakan suasana yang mendukung aktivitas ibadah sepanjang malam.
6. Tidak Ada Fenomena Bintang Jatuh
Beberapa riwayat juga menyebutkan bahwa pada malam Lailatul Qadar tidak terlihat adanya bintang yang dilemparkan atau meteor di langit.
Langit tampak sangat tenang dan bersih hingga menjelang pagi hari. Hal ini menjadi salah satu tanda yang disebutkan dalam sejumlah hadis tentang malam tersebut.
![Ilustrasi Malam Lailatul Qadar [freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/06/75260-ilustrasi-malam-lailatul-qadar-freepik.jpg)
7. Matahari Terbit Tanpa Sinar Menyilaukan
Salah satu tanda yang paling dikenal dari Lailatul Qadar justru terlihat pada pagi harinya. Dalam hadis riwayat Muslim, Ubay bin Ka’ab menyebutkan bahwa matahari pada pagi setelah Lailatul Qadar terbit dalam keadaan putih dan tidak memancarkan sinar yang menyilaukan. Artinya, cahaya matahari tampak lebih lembut dibandingkan hari-hari biasa.
8. Matahari Terlihat Kemerah-merahan
Selain itu, ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa matahari pada pagi setelah Lailatul Qadar tampak kemerah-merahan.
Cahaya matahari terlihat redup dan tidak menyengat, sehingga orang dapat menatapnya dengan lebih nyaman dibandingkan biasanya.
9. Kadang Ditandai dengan Hujan Ringan
Dalam beberapa kisah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengalami hujan pada malam Lailatul Qadar hingga dahinya terkena bekas lumpur saat selesai salat.
Oleh karena itu, sebagian ulama menilai bahwa gerimis atau hujan ringan juga bisa menjadi salah satu tanda keberkahan pada malam tersebut.
10. Muncul Kenikmatan Luar Biasa Saat Beribadah
Selain tanda-tanda alam, ada pula ciri yang bersifat lebih personal. Seseorang mungkin merasakan kekhusyukan, ketenangan, serta kenikmatan ibadah yang lebih dalam dibandingkan malam-malam lainnya. Hati terasa lembut, mudah untuk berdoa, dan lebih fokus dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itulah 10 ciri datangnya malam Lailatul Qadar menurut hadis. Walaupun berbagai tanda Lailatul Qadar disebutkan dalam hadis, para ulama mengingatkan bahwa tujuan utama bukanlah sekadar mencari tanda-tanda tersebut.
Yang lebih penting adalah memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas