Suara.com - Setelah seharian menahan lapar dan haus, banyak orang memilih makanan atau minuman manis saat berbuka puasa. Tradisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan di banyak keluarga, seperti minum teh manis, sirup, atau makan kolak. Secara alami, tubuh memang membutuhkan energi cepat setelah berpuasa, sehingga rasa manis terasa sangat menyegarkan.
Namun, tidak sedikit orang justru merasa tubuhnya lemas, mengantuk, atau bahkan pusing setelah berbuka dengan makanan yang terlalu manis.
Kondisi ini sering membuat orang bertanya-tanya, bukankah gula seharusnya memberikan energi? Kenapa justru tubuh terasa semakin tidak bertenaga setelah berbuka?
Jawabannya berkaitan dengan bagaimana tubuh memproses gula dan perubahan kadar gula darah setelah seharian berpuasa.
Secara medis, fenomena ini sangat berkaitan dengan lonjakan gula darah yang terlalu cepat, lalu diikuti dengan penurunan drastis setelahnya. Pola ini dapat membuat tubuh terasa lelah dan tidak nyaman setelah makan.
Berikut penjelasan mengenai kenapa tubuh bisa terasa lemas setelah berbuka dengan makanan manis.
Lonjakan Gula Darah yang Terlalu Cepat
Saat kamu berpuasa selama berjam-jam, kadar gula darah dalam tubuh biasanya berada pada level yang lebih rendah dari biasanya. Ketika berbuka dengan makanan yang sangat manis seperti sirup, es buah dengan gula, atau kue manis, tubuh akan menyerap gula dengan sangat cepat.
Akibatnya, kadar gula darah melonjak dalam waktu singkat. Kondisi ini dikenal sebagai spike gula darah. Lonjakan ini memang memberi energi cepat, tetapi efeknya hanya berlangsung sebentar.
Produksi Insulin Berlebihan
Ketika gula darah meningkat drastis, pankreas akan segera memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar. Fungsi insulin adalah membantu sel tubuh menyerap gula dari darah untuk dijadikan energi.
Namun jika gula yang masuk terlalu banyak sekaligus, tubuh bisa menghasilkan insulin berlebih. Akibatnya, gula darah justru turun terlalu cepat setelahnya. Penurunan mendadak inilah yang sering menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, bahkan pusing setelah makan makanan manis.
Kondisi ini sering disebut sebagai reactive hypoglycemia, yaitu penurunan gula darah setelah lonjakan tinggi sebelumnya.
Tubuh Mengalihkan Energi untuk Pencernaan
Selain perubahan gula darah, tubuh juga membutuhkan energi cukup besar untuk mencerna makanan, terutama makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana. Setelah berbuka, aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan.
Hal ini bisa membuat otak menerima sedikit lebih sedikit suplai energi sementara waktu, sehingga muncul rasa kantuk atau lelah setelah makan.
Makanan dengan Gula Tersembunyi
Tidak semua makanan yang terasa manis saja yang mengandung gula tinggi. Banyak makanan sehari-hari sebenarnya memiliki gula tersembunyi yang sering tidak disadari, seperti:
- Saus tomat dan saus sambal
- Yogurt dengan rasa buah
- Sereal sarapan
- Roti kemasan
- Granola
- Minuman kemasan seperti teh botol atau jus kemasan
- Minuman kopi kekinian dengan sirup tambahan
Makanan dan minuman tersebut sering dianggap sehat, tetapi sebenarnya dapat mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.
Makanan Tinggi Gula yang Sering Dikonsumsi Saat Buka Puasa
Saat bulan Ramadan, beberapa makanan populer saat berbuka juga dikenal tinggi gula. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah.
Contohnya antara lain:
- Kolak (pisang, ubi, atau kolang-kaling dengan gula merah dan santan)
- Sirup manis dengan es
- Es buah dengan susu kental manis
- Teh manis
- Kue manis atau takjil seperti pastel manis dan donat
- Kurma dalam jumlah banyak sekaligus
Kurma sebenarnya sehat dan dianjurkan untuk berbuka, tetapi jika dimakan terlalu banyak sekaligus tetap dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat.
Cara Menghindari Lemas Saat Berbuka
Agar tubuh tetap bertenaga setelah berbuka puasa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Mulai berbuka dengan porsi kecil, misalnya air putih dan 1-3 butir kurma.
- Hindari minuman dengan gula berlebihan.
- Kombinasikan makanan dengan protein dan serat, seperti telur, kacang-kacangan, atau sayur.
- Makan secara bertahap, jangan langsung dalam jumlah besar.
- Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum.
Dengan pola makan yang lebih seimbang, kadar gula darah dapat naik secara stabil tanpa menyebabkan lonjakan drastis. Hal ini membantu tubuh tetap berenergi dan tidak mudah lemas setelah berbuka puasa.
Kontributor : Dea Nabila