- Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal dianjurkan setelah Ramadan untuk mendapatkan pahala seperti puasa setahun.
- Hari pertama Syawal, yakni Idulfitri, dilarang untuk berpuasa.
- Pelaksanaannya fleksibel, bisa berturut-turut, Senin-Kamis, atau hari putih, selama enam hari terpenuhi sebelum akhir Syawal.
Logika di balik pahala ini dijelaskan oleh para ulama, termasuk Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani.
Puasa Ramadan setara dengan sepuluh bulan, dan enam hari di bulan Syawal setara dengan dua bulan.
Jika dijumlahkan, totalnya menjadi dua belas bulan atau satu tahun penuh. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingin terus meningkatkan ketakwaan.
Bagaimana Jika Memiliki Utang Puasa (Qadha)?
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan karena uzur seperti sakit atau haid, muncul pertanyaan apakah boleh menggabungkan niatnya?
Menurut Syekh Ibrahim Al-Baijuri, seseorang tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal meskipun yang dilakukan adalah puasa qadha atau puasa nadzar di bulan tersebut.
Hal ini memberikan kemudahan bagi umat Islam agar tetap bisa meraih keberkahan Syawal sambil menyelesaikan kewajiban yang tertunda.
Lafal Niat Puasa Syawal
Niat adalah syarat sahnya ibadah. Berikut adalah panduannya:
Baca Juga: Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya
1. Niat pada Malam Hari
Jika sudah berencana puasa esok hari, niat ini dibaca pada malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala."
2. Niat pada Siang Hari