
3. Coba untuk Tidak Menjadi Penumpang
Jika dalam konteks menggunakan kendaraan pribadi, Anda bisa mencoba mengambil alih kemudi. Mengemudi terbukti bisa mengurangi gejala mabuk perjalanan secara signifikan, karena apa yang dialami tubuh berasal dari apa yang dilakukan tubuh Anda sendiri.
Saat mengemudikan kendaraan, indera yang dimiliki bekerja dengan maksimal untuk setiap aspeknya. Konsentrasi yang terjadi ini dapat membuat tubuh "lupa"untuk memunculkan gejala mabuk perjalanan yang sering mengganggu.
Meski demikian, mengambil alih kemudi ini hanya dapat dilakukan jika Anda memiliki kemampuan berkendara yang baik.
4. Menghadap ke Arah Depan
Duduk mengarah ke depan akan menjadi cara yang mudah dan efektif untuk menghindari gejala mabuk perjalanan.
Meski terdengar sederhana, tapi efeknya benar-benar bisa dirasakan sebab tubuh mengenali gerakan yang dialaminya selama berada di kendaraan.
Cara ini diklaim dapat membantu memutuskan hubungan indera penglihatan dan telinga bagian dalam, yang menjadi pemicu gejala mabuk perjalanan yang cukup mengganggu.
Mabuk perjalanan umumnya terasa semakin parah ketika Anda membelakangi arah perjalanan, tidak melihat ke arah depan, dan justru terus melihat ke arah bawah atau samping.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, Rute Commuter Line Merak Dibatasi Hanya Sampai Stasiun Cilegon
5. Buka Jendela
Membuka jendela diklaim bisa mengurangi gejala mabuk perjalanan yang muncul. Udara segar yang berhembus selain membantu melancarkan pernapasan, juga membuat tubuh menjadi lebih rileks.
Di waktu bersamaan hal ini dapat membantu tubuh mengurangi disorientasi gerak, sebab semakin kencang laju kendaraan maka semakin kencang pula angin yang berhembus. Hal ini membuat tubuh mengenali gerakan yang tengah dialami.
Itu tadi cara mengatasi mabuk perjalanan tanpa obat kimia yang bisa diberikan. Semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian