تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنكُمْ، وَبَارَكَ اللَّهُ لَكُمْ فِي أَعْمَالِكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum, wa barakallahu lakum fi a‘malikum.
Artinya: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan kalian, serta memberkahi amal-amal kalian."
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنكُمْ وَغَفَرَ لَنَا وَلَكُمْ
Taqabbalallahu minna wa minkum, wa ghafara lana wa lakum.
Artinya: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan kalian, serta mengampuni kami dan kalian."
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنكُمْ وَجَعَلَنَا مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ
Taqabbalallahu minna wa minkum, wa ja‘alana minal ‘aidin wal faizin.
Artinya: "Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan kalian, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan meraih kemenangan."
Baca Juga: 7 Prompt Gambar Ucapan Idulfitri 2026 Pakai Gemini AI, dari Estetik sampai Futuristik
Hukum Mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri
Jika mengacu pada apa yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin terkait ucapan selamat hari raya Idulfitri, disampaikan bahwa ucapan selamat ketika Hari Raya Idulfitri dibolehkan.
Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa).
Perbuatan seperti jabat tangan dan saling berpelukan juga dibolehkan, sebab orang-orang tidak hanya menjadikannya sebagai ibadah dan bentuk pendekatan diri pada Allah.
Hal ini dilakukan dalam rangka adat (kebiasaan), memuliakan dan penghormatan.
Selama hal ini hanya dilakukan berdasarkan kebiasaan atau adat, maka tidak ada dalil yang melarangnya selama diniatkan sebagai hal yang baik.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang bagaimana ucapan Idulfitri yang sesuai sunah serta beberapa hal terkait dengannya. Semoga bermanfaat.