Separuh Habitat Hilang, Ini Strategi Pemerintah Selamatkan Gajah Indonesia

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 17 Maret 2026 | 14:10 WIB
Separuh Habitat Hilang, Ini Strategi Pemerintah Selamatkan Gajah Indonesia
Gajah Sumatra (WCS Indonesia/Edy Susanto)

Suara.com - Satwa liar di Indonesia saat ini mulai mencapai krisis di titik yang sudah mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu beberapa dekade saja, Indonesia kehilangan separuh dari kantong habitat gajahnya. Menanggapi situasi darurat ini, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah intervensi strategis melalui penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) untuk menyelamatkan populasi dan habitat gajah, khususnya di Sumatra dan Kalimantan.

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa data lapangan menunjukkan penyusutan ruang gerak gajah yang sangat drastis. Berdasarkan pengecekan terbaru, jumlah kantong habitat gajah yang dahulu mencapai 42 titik, kini hanya tersisa 21 kantong saja.

“Kami cek kantong gajah yang dahulu jumlahnya 42 sekarang tinggal 21 saja, dan kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan," ujar Raja Juli usai bertemu Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3).

Membuka Koridor di Lahan HGU

Salah satu poin paling krusial dalam Inpres ini adalah upaya mengatasi fragmentasi populasi. Selama ini, gajah sering terisolasi di satu kawasan kecil karena terputus oleh pembukaan lahan yang memicu konflik berkepanjangan dengan masyarakat di sekitarnya.

Melalui kebijakan baru ini, pemerintah akan mewajibkan pembentukan area preservasi atau koridor satwa, bahkan di wilayah yang sudah memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU).

“Contohnya di HGU yang sudah terbit izin sawit di Sumatra, maka akan dibentuk apa yang disebut sebagai area preservasi. Area preservasi yaitu sebuah wilayah yang memungkinkan ada koridor gajah antar kantong tadi," jelas Menteri Kehutanan.

Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi gajah agar tetap dapat bermigrasi dengan aman.

Way Kambas Dicanangkan Menjadi Proyek Percontohan Mitigasi Konflik

baca juga

Sebagai langkah awal implementasi, pemerintah menunjuk kawasan Taman Nasional Way Kambas sebagai proyek percontohan. Wilayah ini dipilih karena memiliki rekam jejak konflik manusia dengan gajah yang cukup tinggi. Fokus utamanya adalah membangun infrastruktur pembatas yang efektif tapi tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemerintah berencana membangun pagar atau kanal pembatas di titik-titik rawan gesekan. Selain pembangunan fisik, program pemberdayaan masyarakat juga akan ditingkatkan agar warga lokal dapat hidup berdampingan dengan kawasan konservasi secara berkelanjutan.

Reformasi Pengelolaan 57 Taman Nasional

Upaya penyelamatan gajah ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah juga menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan dan Pengelolaan Taman Nasional. Satgas ini dibentuk dengan tujuan untuk mencari skema pendanaan baru agar 57 taman nasional di Indonesia tidak lagi terkendala masalah anggaran dalam menjalankan fungsi konservasinya.

Meskipun akan melibatkan sektor swasta dan berpeluang terhadap pembukaan komersialisasi ekowisata, Menhut menegaskan bahwa aspek lingkungan tetap menjadi fokus utama. Pariwisata yang dikembangkan bukanlah tipe mass tourism yang bisa menampung banyak orang dan berisiko merusak alam.

“Komersialisasi tentu, tapi yang harus dicatat komersialisasinya tidak menjadi tourism yang bersifat masif. Tapi yang harus menjadi tujuan utamanya adalah menjaga lingkungan hidup menjaga hutan, dengan tetap ada aspek komersialnya,” tegasnya.

Melalui kolaborasi Inpres penyelamatan habitat dan reformasi pendanaan taman nasional, pemerintah berpikir optimis dapat memulihkan ekosistem gajah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui tata kelola hutan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:00 WIB

Jadi Traveler Bijak: Ikuti 7 Tips Ini Biar Liburanmu Ramah Lingkungan!

Jadi Traveler Bijak: Ikuti 7 Tips Ini Biar Liburanmu Ramah Lingkungan!

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:31 WIB

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:06 WIB

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×