Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:00 WIB
Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi mudik [Suara.com/BRI]
baca 10 detik
  • Peningkatan arus mudik Lebaran menyebabkan lonjakan mobilitas yang berpotensi meningkatkan polusi udara dan emisi gas rumah kaca.
  • Pakar menyarankan penggunaan angkutan massal karena lebih ramah lingkungan dan menekankan pentingnya peningkatan fasilitas transportasi publik oleh pemerintah.
  • Pemerintah dapat menerapkan WFH/WFA serta masyarakat didorong mengurangi perjalanan serentak dan meminimalkan limbah kemasan sekali pakai.

Suara.com - Arus mudik Lebaran yang meningkat setiap tahun berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, salah satunya peningkatan polusi udara. Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode tersebut menyebabkan penggunaan kendaraan bermotor meningkat signifikan.

Pakar Pengelolaan Lingkungan dan Pencemaran IPB University, Prof Hefni Effendi, menyarankan masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan angkutan massal guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, khususnya polusi udara.

Menurutnya, bertambahnya penggunaan kendaraan pribadi saat mudik dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil.

Ilustrasi mudik [Suara.com/BRI]
Ilustrasi mudik [Suara.com/BRI]

“Dengan meningkatnya penggunaan mobil dan motor pribadi, serta penambahan frekuensi kereta api, bus, dan penerbangan, emisi gas rumah kaca dan jejak karbon transportasi akan turut meningkat,” ujarnya.

Ia menilai, penggunaan angkutan umum massal merupakan pilihan yang lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan. Dengan demikian, potensi pencemaran udara dan kebisingan dapat ditekan.

Di sisi lain, Prof Hefni juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi massal agar semakin diminati masyarakat. Menurutnya, fasilitas angkutan umum perlu terus ditingkatkan, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, hingga perluasan tujuan perjalanan.

“Penyediaan fasilitas ini bisa didorong dengan pemberian insentif kepada penyelenggara angkutan massal, baik BUMN maupun swasta,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang kembali membuka ruang kebijakan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) bagi para karyawan menjelang Lebaran. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu mengurangi penumpukan arus perjalanan sekaligus berpotensi menekan emisi gas rumah kaca.

Meski demikian, bagi masyarakat yang tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi, Prof Hefni menyarankan untuk memanfaatkan masa libur yang panjang agar perjalanan tidak dilakukan secara bersamaan.

baca juga

Langkah ini dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta menekan akumulasi pencemaran udara, kebisingan, dan limbah selama periode mudik. 

Selain pencemaran udara, aktivitas perjalanan mudik juga berpotensi meningkatkan volume limbah padat, terutama dari penggunaan kemasan sekali pakai selama perjalanan. Untuk itu, Prof Hefni mengingatkan pentingnya mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai (throw away packing) dan mulai beralih pada kemasan yang dapat digunakan kembali. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkan Menjawab Ucapan Selamat Lebaran Hanya dengan Stiker WhatsApp?

Bolehkan Menjawab Ucapan Selamat Lebaran Hanya dengan Stiker WhatsApp?

Lifestyle | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:24 WIB

Daftar Rest Area Tol Cipali Jalur A dan B, Cek Lokasi dan SPKLU Mobil Listrik

Daftar Rest Area Tol Cipali Jalur A dan B, Cek Lokasi dan SPKLU Mobil Listrik

Otomotif | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:06 WIB

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

Bagaimana Deforestasi Picu Krisis Air dan Pangan? Ini Temuan KEHATI

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Kementan Diminta Ungkap Merek Beras Fortifikasi yang Tipu Publik

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:40 WIB

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

45 Kuda Raih Podium di IHR Merdeka Cup 2026, Disaksikan 18.000 Pengunjung

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 12:39 WIB

×