Kenapa Plastik Biodegradable Tak Selalu Cepat Terurai? Ini Temuan Terbarunya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2026 | 10:58 WIB
Kenapa Plastik Biodegradable Tak Selalu Cepat Terurai? Ini Temuan Terbarunya
Ilustrasi sampah plastik Biodegradable di laut
  • Penelitian MIT mengungkap penguraian plastik biodegradable memerlukan kolaborasi kompleks berbagai mikroorganisme laut.
  • Proses penguraian plastik bergantung pada jenis plastik dan komunitas mikroba spesifik di lingkungan tempatnya berada.
  • Temuan ini membuka peluang merancang material plastik baru yang lebih mudah terurai memanfaatkan kerja sama mikroba alami.

Suara.com - Di tengah krisis sampah plastik yang terus menumpuk dan mencemari lingkungan, plastik biodegradable sering disebut sebagai solusi. Harapannya sederhana: plastik bisa terurai lebih cepat dan tidak membebani alam dalam jangka panjang.

Namun, realitasnya tidak sesederhana itu. Hingga kini, ilmuwan masih belum benar-benar tahu berapa lama plastik jenis ini bertahan di lingkungan, dan bagaimana proses penguraiannya terjadi secara alami.

Masalah utamanya terletak pada kurangnya pemahaman tentang peran mikroba. Selama ini, banyak penelitian hanya melihat satu jenis bakteri dalam proses penguraian plastik.

Padahal di alam, proses tersebut melibatkan banyak mikroorganisme yang bekerja bersama dalam sebuah sistem yang kompleks. Tanpa memahami interaksi ini, sulit memastikan apakah plastik biodegradable benar-benar lebih ramah lingkungan dalam praktiknya.

Penelitian terbaru dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencoba menjawab celah pengetahuan ini. Para peneliti menelusuri bagaimana bakteri laut bekerja sama untuk mengurai salah satu jenis plastik biodegradable yang umum digunakan, seperti kantong belanja dan kemasan makanan. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada satu bakteri pun yang mampu menyelesaikan seluruh proses penguraian sendirian.

Dalam studi tersebut, satu jenis bakteri ditemukan mampu memecah plastik menjadi senyawa kimia dasar. Namun, proses tidak berhenti di situ.

Senyawa-senyawa ini kemudian dikonsumsi oleh bakteri lain yang memiliki fungsi berbeda. Artinya, penguraian plastik adalah proses kolaboratif—mirip kerja tim—di mana setiap mikroba memiliki peran spesifik.

Temuan ini memberi nuansa penting dalam diskusi tentang plastik biodegradable. Kecepatan penguraian ternyata sangat bergantung pada dua hal: jenis plastik itu sendiri dan komunitas mikroba di lingkungan tempat plastik tersebut berada.

Dengan kata lain, plastik yang mudah terurai di satu tempat belum tentu terurai dengan cepat di tempat lain.

Meski demikian, hasil riset ini membuka jalan menuju solusi yang lebih konkret. Dengan memahami “peta kerja” mikroba, ilmuwan berpotensi merancang plastik yang lebih mudah diurai oleh bakteri yang umum ditemukan di alam.

Bahkan, ada peluang untuk mengembangkan sistem daur ulang berbasis mikroba, di mana sampah plastik tidak hanya diurai, tetapi juga diubah menjadi bahan baru yang berguna.

Langkah ini masih awal dan memiliki keterbatasan—misalnya, bakteri yang diteliti berasal dari lingkungan laut tertentu dan belum tentu mewakili kondisi global.

Namun, pendekatan ini menunjukkan arah baru mengatasi krisis plastik tidak cukup hanya dengan mengganti bahan, tetapi juga dengan memahami dan memanfaatkan proses alami yang sudah ada.

Pada akhirnya, solusi terhadap sampah plastik membutuhkan kombinasi antara inovasi material, sistem pengelolaan yang lebih baik, dan pemahaman ilmiah yang mendalam.

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa di balik persoalan besar seperti polusi plastik, ada mekanisme kecil di tingkat mikroba yang justru bisa menjadi kunci perubahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri

Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 22:02 WIB

Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor

Danantara Tunjuk Perusahaan China Garap Proyek Listrik Jadi Sampah di Bogor

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:09 WIB

Eco Funeral: Solusi Atasi Jejak Karbon Pada Prosesi Pemakaman

Eco Funeral: Solusi Atasi Jejak Karbon Pada Prosesi Pemakaman

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup

Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:59 WIB

Meski ASN WFA, Menkes Pastikan RS Pemerintah Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Meski ASN WFA, Menkes Pastikan RS Pemerintah Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:55 WIB

Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini

Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB

UU Soal Uang Pensiun DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK Perintahkan Pembuatan Aturan Baru

UU Soal Uang Pensiun DPR Inkonstitusional Bersyarat, MK Perintahkan Pembuatan Aturan Baru

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:30 WIB

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:22 WIB

Gus Alex Penuhi Panggilan KPK dalam Kasus Haji, Langsung Ditahan?

Gus Alex Penuhi Panggilan KPK dalam Kasus Haji, Langsung Ditahan?

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:21 WIB

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:03 WIB

BMKG Waspadai Potensi Hujan Petir di Palembang dan Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah

BMKG Waspadai Potensi Hujan Petir di Palembang dan Hujan Sedang di Sejumlah Wilayah

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:09 WIB

Setelah Eks Menag Ditahan, Kini Giliran Gus Alex Diperiksa KPK Hari Ini!

Setelah Eks Menag Ditahan, Kini Giliran Gus Alex Diperiksa KPK Hari Ini!

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:05 WIB