- Program Open Top Tour Jakarta Seaside dimulai 21 Maret, menawarkan perspektif baru wilayah pesisir ibu kota.
- Pengalaman wisata ini disajikan melalui bus lantai atas terbuka untuk merasakan langsung atmosfer PIK.
- Kolaborasi Agung Sedayu Group dan TransJakarta memudahkan akses tiket melalui aplikasi resmi TransJakarta.
Suara.com - Ada banyak cara menikmati Jakarta, tapi sesekali, kota ini terasa berbeda ketika dilihat dari sudut yang tidak biasa, lebih tinggi, lebih terbuka, dan tanpa sekat.
Lewat program Open Top Tour – Jakarta Seaside dalam rangkaian PIKcation 2026, pengalaman berwisata di kawasan Pantai Indah Kapuk kini hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana, namun justru terasa lebih dekat.
Bukan dari balik jendela mobil, bukan pula dari trotoar yang ramai, melainkan dari kursi terbuka di lantai atas bus yang membiarkan angin laut menyapa tanpa perantara.
Sejak mulai beroperasi pada 21 Maret, perjalanan ini menawarkan perspektif baru tentang wajah pesisir ibu kota. Dari ketinggian, lanskap PIK terlihat seperti potongan ruang yang tertata, jalan yang saling terhubung, ruang publik yang hidup, hingga berbagai destinasi hiburan yang menyatu dalam satu kawasan.
Saat sore perlahan berganti malam, cahaya lampu mulai membentuk suasana yang berbeda, menghadirkan sisi Jakarta yang lebih hangat dan tenang. Namun pengalaman ini bukan sekadar tentang apa yang terlihat.
Ada sensasi lain yang ikut hadir, hembusan angin, suara kota yang terdengar lebih jauh, hingga ritme perjalanan yang terasa lebih lambat. Di tengah hiruk pikuk Jakarta, momen seperti ini menjadi semacam jeda yang jarang ditemukan.
“PIK Tourism Board terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata,” ujar Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria.
Ia menegaskan bahwa konsep yang dihadirkan bukan hanya transportasi wisata biasa, melainkan sebuah pengalaman yang dirancang lebih personal.
“Melalui kolaborasi bersama TransJakarta, kami ingin menghadirkan sensasi baru bagi wisatawan,” katanya.
Sensasi yang dimaksud tak berhenti pada visual semata. Perjalanan ini mengajak penumpangnya untuk merasakan langsung atmosfer kawasan, tanpa kaca, tanpa batas, dan tanpa tergesa.
“Kami ingin menghadirkan sensasi baru bagi wisatawan dalam mengeksplorasi estetika kawasan PIK,” lanjutnya.
Di tengah pesatnya perkembangan destinasi urban, pendekatan seperti ini terasa relevan. Sederhana, tetapi memberi ruang untuk benar-benar menikmati perjalanan, bukan sekadar mencapai tujuan.
“Kami berharap Open Top Tour ini dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan karya anak bangsa,” ujar Fenny.
Dengan tiket yang sudah tersedia melalui aplikasi TransJakarta, pengalaman ini menjadi semakin mudah diakses, baik oleh warga Jakarta maupun wisatawan yang ingin mencoba cara berbeda menikmati ibu kota.
Pada akhirnya, menikmati Jakarta tidak selalu harus tentang destinasi baru. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah sudut pandang yang berbeda dan dari atas bus tanpa atap itu, kota ini terasa lebih apa adanya, lebih jujur, dan mungkin, lebih manusiawi.