- Lebaran Ketupat merupakan tradisi setelah Idulfitri yang identik dengan hidangan ketupat dan opor.
- Perayaan ini biasanya dilakukan setelah puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
- Selain waktu pelaksanaannya, banyak orang juga mempertanyakan hukum merayakannya dalam Islam.
Suara.com - Lebaran Ketupat menjadi salah satu tradisi yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia setelah Idulfitri.
Perayaan Lebaran Ketupat biasanya identik dengan hidangan khas berupa ketupat yang disajikan bersama opor dan lauk lainnya.
Banyak orang kemudian bertanya-tanya, lebaran ketupat jatuh pada tanggal berapa setiap tahunnya.
Selain itu, tidak sedikit pula yang ingin mengetahui bagaimana hukum merayakan lebaran ketupat dalam Islam.
Tradisi ini umumnya dirayakan setelah umat Islam menunaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Karena itu, waktunya sering dikaitkan dengan hari ketujuh setelah Idulfitri.
Di berbagai daerah, Lebaran Ketupat juga jadi momen untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan tetangga. Suasana kebersamaan ini membuat tradisi tersebut tetap lestari hingga kini.
Untuk tahun 2026, Lebaran Ketupat jatuh pada tanggal berapa dan bagaimana hukum merayakannya dalam Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.
Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa?

Lebaran Ketupat menjadi salah satu tradisi yang banyak dinantikan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. Perayaan ini biasanya berlangsung beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri.
Banyak yang bertanya, Lebaran Ketupat 2026 tanggal berapa karena tidak tercantum sebagai hari libur nasional. Meski begitu, tradisi ini tetap dirayakan secara luas oleh masyarakat.
Secara umum, Lebaran Ketupat digelar pada tanggal 8 Syawal dalam kalender Hijriah. Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi setelah Idulfitri.
Jika mengacu pada kalender 2026, Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Dengan demikian, Lebaran Ketupat 2026 diperingati pada 28 Maret 2026.
Lebaran Ketupat identik dengan tradisi "kupatan" yang dilakukan masyarakat Jawa. Biasanya, perayaan ini diisi dengan makan ketupat bersama keluarga dan tetangga.
Tradisi ini tidak hanya soal makanan, tapi juga memiliki makna filosofis yang dalam. Ketupat melambangkan pengakuan kesalahan dan saling memaafkan setelah menjalani Ramadan.
Dalam praktiknya, masyarakat sering menggelar selamatan atau acara kumpul bersama. Beberapa daerah bahkan mengadakan festival atau kirab budaya untuk memeriahkan Lebaran Ketupat.
Dengan mengetahui jadwal Lebaran Ketupat 2026, masyarakat bisa mempersiapkan perayaan dengan lebih baik. Selain menjaga tradisi, momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi setelah Idulfitri.
Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam
Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Muslim, khususnya di Jawa. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan bagaimana hukum merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam.
Dalam pandangan Islam, hukum suatu perayaan bergantung pada niat dan praktik yang dilakukan di dalamnya. Hal ini juga berlaku pada tradisi Lebaran Ketupat yang kerap diidentikkan dengan budaya lokal.
Berdasarkan penjelasan dari NU Online Jatim, Lebaran Ketupat bukanlah bagian dari ibadah yang disyariatkan dalam Islam.
Tradisi ini tidak memiliki unsur ritual khusus seperti salat atau takbiran sebagaimana Idulfitri dan Iduladha.
Perayaan ini lebih tepat dipahami sebagai bentuk budaya atau tradisi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan umumnya berupa berbagi makanan, khususnya ketupat, kepada keluarga dan tetangga.
Ulama menjelaskan bahwa Lebaran Ketupat tidak termasuk bid'ah dalam ibadah karena tidak dimaksudkan sebagai ritual agama. Tradisi ini hanya sebatas bentuk sedekah makanan dan mempererat silaturahmi.
Dengan demikian, hukum merayakan Lebaran Ketupat pada dasarnya diperbolehkan. Selama tidak diyakini sebagai bagian dari ibadah wajib atau sunah, tradisi ini tetap berada dalam koridor yang dibenarkan.
Namun, sebagian kalangan memang ada yang memandang negatif tradisi ini karena dianggap menambah-nambah ajaran agama.
Pandangan tersebut muncul jika perayaan dianggap memiliki nilai ibadah khusus di luar ketentuan syariat.
Kesimpulannya, Lebaran Ketupat boleh dirayakan sebagai tradisi budaya selama tak melanggar prinsip Islam. Wallahu 'alam.