Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Hukum Merayakannya Menurut Islam

Nur Khotimah

Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:58 WIB
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Hukum Merayakannya Menurut Islam
Ilustrasi Lebaran Ketupat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)
baca 10 detik
  • Lebaran Ketupat merupakan tradisi setelah Idulfitri yang identik dengan hidangan ketupat dan opor.
  • Perayaan ini biasanya dilakukan setelah puasa sunah enam hari di bulan Syawal.
  • Selain waktu pelaksanaannya, banyak orang juga mempertanyakan hukum merayakannya dalam Islam.

Suara.com - Lebaran Ketupat menjadi salah satu tradisi yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia setelah Idulfitri.

Perayaan Lebaran Ketupat biasanya identik dengan hidangan khas berupa ketupat yang disajikan bersama opor dan lauk lainnya.

Banyak orang kemudian bertanya-tanya, lebaran ketupat jatuh pada tanggal berapa setiap tahunnya.

Selain itu, tidak sedikit pula yang ingin mengetahui bagaimana hukum merayakan lebaran ketupat dalam Islam.

Tradisi ini umumnya dirayakan setelah umat Islam menunaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Karena itu, waktunya sering dikaitkan dengan hari ketujuh setelah Idulfitri.

Di berbagai daerah, Lebaran Ketupat juga jadi momen untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan tetangga. Suasana kebersamaan ini membuat tradisi tersebut tetap lestari hingga kini.

Untuk tahun 2026, Lebaran Ketupat jatuh pada tanggal berapa dan bagaimana hukum merayakannya dalam Islam? Berikut penjelasan lengkapnya.

Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa?

Tradisi Lebaran Ketupat menjadi tradisi turun temurun di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Ilustrasi Lebaran Ketupat. (Unsplash)

Lebaran Ketupat menjadi salah satu tradisi yang banyak dinantikan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. Perayaan ini biasanya berlangsung beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri.

Banyak yang bertanya, Lebaran Ketupat 2026 tanggal berapa karena tidak tercantum sebagai hari libur nasional. Meski begitu, tradisi ini tetap dirayakan secara luas oleh masyarakat.

baca juga

Secara umum, Lebaran Ketupat digelar pada tanggal 8 Syawal dalam kalender Hijriah. Perayaan ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi setelah Idulfitri.

Jika mengacu pada kalender 2026, Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Dengan demikian, Lebaran Ketupat 2026 diperingati pada 28 Maret 2026.

Lebaran Ketupat identik dengan tradisi "kupatan" yang dilakukan masyarakat Jawa. Biasanya, perayaan ini diisi dengan makan ketupat bersama keluarga dan tetangga.

Tradisi ini tidak hanya soal makanan, tapi juga memiliki makna filosofis yang dalam. Ketupat melambangkan pengakuan kesalahan dan saling memaafkan setelah menjalani Ramadan.

Dalam praktiknya, masyarakat sering menggelar selamatan atau acara kumpul bersama. Beberapa daerah bahkan mengadakan festival atau kirab budaya untuk memeriahkan Lebaran Ketupat.

Dengan mengetahui jadwal Lebaran Ketupat 2026, masyarakat bisa mempersiapkan perayaan dengan lebih baik. Selain menjaga tradisi, momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi setelah Idulfitri.

Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam

Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat Muslim, khususnya di Jawa. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan bagaimana hukum merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam.

Dalam pandangan Islam, hukum suatu perayaan bergantung pada niat dan praktik yang dilakukan di dalamnya. Hal ini juga berlaku pada tradisi Lebaran Ketupat yang kerap diidentikkan dengan budaya lokal.

Berdasarkan penjelasan dari NU Online Jatim, Lebaran Ketupat bukanlah bagian dari ibadah yang disyariatkan dalam Islam.

Tradisi ini tidak memiliki unsur ritual khusus seperti salat atau takbiran sebagaimana Idulfitri dan Iduladha.

Perayaan ini lebih tepat dipahami sebagai bentuk budaya atau tradisi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan umumnya berupa berbagi makanan, khususnya ketupat, kepada keluarga dan tetangga.

Ulama menjelaskan bahwa Lebaran Ketupat tidak termasuk bid'ah dalam ibadah karena tidak dimaksudkan sebagai ritual agama. Tradisi ini hanya sebatas bentuk sedekah makanan dan mempererat silaturahmi.

Dengan demikian, hukum merayakan Lebaran Ketupat pada dasarnya diperbolehkan. Selama tidak diyakini sebagai bagian dari ibadah wajib atau sunah, tradisi ini tetap berada dalam koridor yang dibenarkan.

Namun, sebagian kalangan memang ada yang memandang negatif tradisi ini karena dianggap menambah-nambah ajaran agama.

Pandangan tersebut muncul jika perayaan dianggap memiliki nilai ibadah khusus di luar ketentuan syariat.

Kesimpulannya, Lebaran Ketupat boleh dirayakan sebagai tradisi budaya selama tak melanggar prinsip Islam. Wallahu 'alam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Pemudik Naik Signifikan, Angkutan Umum Makin Ramai

Jumlah Pemudik Naik Signifikan, Angkutan Umum Makin Ramai

Video | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:20 WIB

Identik dengan Maaf-Maafan, Ini Makna Asli Idulfitri yang Jarang Disadari

Identik dengan Maaf-Maafan, Ini Makna Asli Idulfitri yang Jarang Disadari

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:15 WIB

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:18 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:06 WIB

×