Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi

Bernadette Sariyem

Selasa, 31 Maret 2026 | 16:16 WIB
Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
Kolase foto Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (tengah) dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Sejak Revolusi Islam 1979, Iran melarang penjualan dasi karena dianggap simbol budaya Barat yang dekaden dan menundukkan Pahlavi.
  • Penolakan dasi oleh pejabat Iran merupakan penegasan identitas revolusioner, berbeda dengan standar busana profesional global.
  • Dasi dipolitisasi sejak era Pahlavi yang memaksakan pakaian Barat sebagai upaya modernisasi dan emansipasi sosial.

Simbol kemewahan Monarkis

Untuk memahami mengapa dasi menjadi begitu dipolitisasi, kita harus menengok kembali ke era kepemimpinan despotik Reza Shah Pahlavi (1925-1941).

Di bawah kekuasaannya, Iran melakukan modernisasi paksa yang memberikan dampak traumatis bagi kehidupan sehari-hari warga.

Terinspirasi oleh gerakan republik di Turki, rezim Pahlavi berusaha "meng-Eropakan" penampilan rakyatnya melalui kebijakan berpakaian yang drakonian.

Pada tahun 1928, sebuah undang-undang disahkan yang mewajibkan semua pegawai negeri, kecuali pemimpin agama, untuk mengenakan pakaian Barat.

Kemudian pada tahun 1935, muncul dekrit yang mewajibkan penggunaan topi fedora bagi karyawan negara.

Puncaknya terjadi pada tahun 1936, ketika Shah melarang penggunaan cadar atau hijab bagi perempuan.

Kebijakan ini disambut baik oleh kelas menengah perkotaan di Teheran, namun ditentang keras di provinsi-provinsi dan oleh kelas pekerja.

Houchang Chehabi, dalam artikelnya untuk jurnal Iranian Studies, mencatat sebuah ironi besar dari kebijakan tersebut.

baca juga

Pejabat dan rakyat setara

"Dengan melembagakan perbedaan lahiriah antara orang awam dan ulama, negara Pahlavi secara tidak sengaja berkontribusi pada penciptaan kelompok ulama yang memiliki batas-batas jelas... kelompok yang empat dekade kemudian akan memimpin keruntuhan dinasti tersebut," tulis Chehabi.

Chehabi berpendapat, standarisasi pakaian ini adalah bagian dari "rekayasa sosial berpakaian" yang dianggap sebagai syarat mutlak untuk emansipasi dan kesetaraan dalam sistem bangsa-bangsa global.

Namun, pasca-revolusi 1979, naskah gaya berpakaian ini berbalik arah sepenuhnya. Pejabat rezim saat ini menunjukkan identitas mereka justru melalui penolakan terhadap dasi.

"Sementara dalam pertemuan internasional seorang pemimpin Arab mungkin mengenakan jilaba dan politisi Pakistan mengenakan shirvani, pejabat Republik Islam Iran hanya menonjol karena penolakan mereka untuk memakai dasi, sebuah penolakan yang lebih berkaitan dengan populisme revolusioner daripada dengan Islam," catat Chehabi.

Ironi terdalam dari semua kontroversi ini adalah kemungkinan bahwa dasi sebenarnya memiliki asal-usul kuno dari Iran.

Secara historis, dasi modern diturunkan dari cravat yang pertama kali dipakai oleh tentara bayaran Kroasia di Prancis pada abad ke-17.

Sejarawan Inggris Noel Malcom mengklaim bahwa syal leher tersebut awalnya dipakai oleh suku Kroasia yang bermigrasi ke wilayah Balkan dari dataran tinggi Iran selama periode Sassanid.

Jika teori ini benar, maka benda yang kini ditolak keras oleh Teheran sebagai simbol Barat sebenarnya adalah warisan nenek moyang mereka sendiri yang telah menempuh perjalanan ribuan tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? Cek Info Terkini

Apakah Kapal Tanker Indonesia Boleh Melewati Selat Hormuz? Cek Info Terkini

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:01 WIB

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara

Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:27 WIB

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB

Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

Ejek Donald Trump, Iran Serukan Persatuan Negara Arab untuk Usir Kekuatan AS dari Timur Tengah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:12 WIB

Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump

Jejak Hitam Ghalibaf, Ketua DPR Iran yang Disebut Jadi Jagoan Trump

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:30 WIB

Terkini

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:31 WIB

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Menjajal Masakan Modern Nusantara Antarasa: Ada Kepiting Soka Saus Padang hingga Rahang Tuna Bakar

Menjajal Masakan Modern Nusantara Antarasa: Ada Kepiting Soka Saus Padang hingga Rahang Tuna Bakar

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Usai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, DPR Minta Penyelenggara Pemilu Introspeksi Diri

Usai Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, DPR Minta Penyelenggara Pemilu Introspeksi Diri

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Arah Keberuntungan dan Kesialan Berdasarkan Angka Kua Pria dan Wanita

Arah Keberuntungan dan Kesialan Berdasarkan Angka Kua Pria dan Wanita

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:25 WIB

×