Pangkat Kapten Infanteri menunjukkan bahwa ia adalah perwira yang telah melalui berbagai pendidikan dan pelatihan militer, serta memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni.
Dalam setiap penugasan, perwira dengan pangkat ini biasanya berperan sebagai komandan unit yang bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan dan keberhasilan misi.
Saat kejadian, tim yang dipimpin Zulmi tengah menjalankan tugas mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan. Rute pengawalan dimulai dari Markas Sektor Timur UNIFIL (UNP 7-2) menuju Markas Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
Sebagai seorang perwira, Kapten Zulmi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan dan kelancaran misi. Gugurnya ia dalam tugas mencerminkan dedikasi tinggi dalam menjaga perdamaian dunia.
3. Sertu Muhammad Nur Ichwan
Sersan Satu (Sertu) Muhammad Nur Ichwan juga termasuk dalam daftar prajurit yang gugur dalam insiden yang sama dengan Kapten Zulmi. Ia merupakan bagian dari tim pengawal konvoi UNIFIL yang bertugas di wilayah rawan konflik.
Pangkat Sertu menunjukkan bahwa ia merupakan bintara senior yang memiliki peran penting dalam menjembatani komando antara perwira dan prajurit di lapangan.
Dalam berbagai operasi militer, seorang Sertu biasanya menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan teknis dan taktis di lapangan. Pengalaman serta kemampuannya sangat dibutuhkan untuk memastikan misi berjalan sesuai rencana.
Sebagai bintara senior, Sertu Ichwan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan teknis di lapangan. Ia menjadi penghubung penting antara komando perwira dan pelaksanaan tugas oleh prajurit. Kepergiannya menambah daftar panjang pengorbanan prajurit Indonesia dalam misi perdamaian dunia.
Demikian itu profil singkat 3 prajurit TNI yang gugur karena serangan Israel saat sedang menjalankan misi perdamaian. Sebagai bangsa, penghormatan setinggi-tingginya patut diberikan atas jasa dan pengabdian mereka. Semoga para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan.
Kontributor : Mutaya Saroh