- Jumat Agung memperingati wafatnya Yesus, sedangkan Paskah merayakan kebangkitan-Nya dari maut.
- Suasana Jumat Agung penuh keheningan, sementara Paskah dirayakan dengan penuh sukacita.
- Kedua hari besar ini merupakan bagian krusial dalam rangkaian Tiga Hari Suci.
Suara.com - Bagi umat Kristiani, pekan suci merupakan momen paling krusial dalam kalender liturgi.
Di dalamnya, terdapat dua hari besar yang sering dianggap sama oleh masyarakat awam, yakni Jumat Agung dan Paskah.
Meski keduanya merupakan satu rangkaian dalam "Triduum" atau Tiga Hari Suci, Jumat Agung dan Paskah memiliki makna, suasana, dan sejarah yang bertolak belakang.
Lantas, apa saja perbedaan mendasarnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Perbedaan Makna
Perbedaan paling mendasar dari 2 perayaan itu terletak pada inti peristiwa yang diperingati.

- Jumat Agung: Hari peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib. Ini adalah momen perenungan atas pengorbanan Yesus yang rela menanggung dosa umat manusia melalui penderitaan fisik dan batin.
- Paskah: Hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban. Paskah dianggap sebagai puncak keselamatan dan kemenangan atas maut serta dosa.
2. Suasana Ibadah
Perbedaan makna tersebut juga sangat memengaruhi atmosfer ibadah di gereja.
- Jumat Agung: Suasana gereja cenderung hening, redup, dan penuh refleksi. Biasanya tidak ada iringan musik yang meriah, altar dibiarkan polos, dan umat diajak untuk masuk dalam duka yang mendalam (Passio).
- Paskah: Suasana berubah total menjadi penuh sorak-sorai dan sukacita. Gereja akan dipenuhi dekorasi bunga, lagu-lagu pujian "Alleluia" berkumandang meriah, dan sering kali dibarengi dengan tradisi mencari telur Paskah bagi anak-anak sebagai simbol kehidupan baru.
3. Latar Belakang Sejarah
Jumat Agung dan Paskah juga memiliki latar belakang sejarah yang berbeda.
- Sejarah Jumat Agung: Peristiwa ini bermula ketika Yesus ditangkap setelah Perjamuan Terakhir karena tuduhan menghujat Allah.
Di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, Yesus dijatuhi hukuman mati. Ia harus menapaki jalan penderitaan (Via Dolorosa) sambil memanggul salib-Nya sendiri menuju Bukit Golgota hingga wafat.
Kata "Agung" atau Good Friday merujuk pada kasih Allah yang besar melalui inisiatif penebusan dosa tersebut.
- Sejarah Paskah: Paskah menandai kembalinya Yesus dalam kemuliaan. Kebangkitan ini menjadi dasar seluruh konstruksi iman Kristiani.
Tanpa Paskah, pengorbanan di hari Jumat akan kehilangan maknanya. Yesus membuktikan bahwa kuasa kematian telah berakhir dan digantikan dengan kuasa kehidupan yang kekal.
4. Perbedaan Struktur Liturgi
Secara ritual, kedua perayaan ini memiliki susunan ibadah yang sangat spesifik.