Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 11:13 WIB
Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?
Portret Barang-barang Daur Ulang yang Diproduksi Oleh Kertabumi Recycling Center (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Suara.com - Industri daur ulang di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan dengan potensi bisnis yang besar, terutama di sektor plastik.

Berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia bersama Indonesian Plastic Recyclers, tingkat daur ulang plastik nasional tercatat cukup baik.

CEO dan Founder Kertabumi Recycling Center, Ikbal Alexander, menyebut industri ini masih sangat terbuka bagi pelaku usaha yang ingin masuk ke bisnis daur ulang.

“Kalau lihat dari tren, trennya growing, jadi potensinya besar. Jadi, buat teman-teman di luar sana yang mau terjun, silahkan. Sangat luas potensinya,” ucap Ikbal. 

Selain itu, isu lingkungan yang semakin gencar disuarakan turut mendorong pertumbuhan industri ini. Semakin banyak perusahaan juga mulai mencari produk-produk ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan mereka. 

Tantangan dari Industri Daur Ulang di Indonesia

Proses Pengolahan Limbah oleh Kertabumi Recycling Center ( Dok.pribadi/Natasha Suhendra )
Proses Pengolahan Limbah oleh Kertabumi Recycling Center ( Dok.pribadi/Natasha Suhendra )

Di balik tren yang meningkat, industri daur ulang masih menghadapi tantangan besar. Salah satunya, persepsi masyarakat yang menganggap produk dari bahan sampah harus murah dan berkualitas rendah.

Ikbal menyebut, konsumen Indonesia cenderung sangat sensitif terhadap harga dan kerap membandingkan produk daur ulang dengan produk baru.

“Tipe konsumen Indonesia itu sangat price sensitive kan, jadi nyari barang yang termurah. Melihat ekosistem daur ulang yang belum sempurna, jadi misalkan tas daur ulang belum bisa bersaing dengan tas biasa yang harganya sudah cukup affordable kan,” kata Ikbal. 

Padahal, untuk menghasilkan satu produk berkualitas dari limbah, dibutuhkan proses produksi yang panjang. Sampah yang masuk harus dicuci bersih, dikeringkan, dan diolah dengan teknik tertentu selama kurang lebih dua hari untuk memastikan produk akhirnya higienis dan tahan lama.

“Banyak orang yang berpikir buang sampah itu gratis. Padahal, ketika sampah masuk ke sini, harus kami cuci, harus kami keringkan, dan kami olah. Untuk membuat produk baru, butuh listrik, semua butuh biaya. Jadi, buang sampah itu tidak bisa gratis karena pengolahannya membutuhkan biaya,” ujar Ikbal. 

Biaya operasional yang tinggi, mulai dari penggunaan listrik hingga keterampilan tangan para pengrajin, membuat skala ekonomi produk daur ulang saat ini masih terbatas. Kondisi ini menyebabkan produk hasil daur ulang cenderung menyasar pasar menengah ke atas (middle-up), yaitu konsumen yang memiliki kesadaran lingkungan sekaligus kemampuan finansial untuk menghargai proses dibalik produk tersebut. 

“Kebanyakan produk daur ulang itu marketnya adalah middle up, karena produk yang kami produksi masih skala terbatas, sehingga cukup lebih mahal dibanding produk serupa, sehingga menargetkan pasar yang lebih atas,” tegasnya.

Sebagai penutup, Ikbal juga menekankan bahwa produk daur ulang seharusnya tidak dibeli karena rasa iba, melainkan karena kualitas fungsionalnya yang memang sebanding dengan produk baru. Ia juga mengingatkan bahwa ketika menjalani bisnis di bidang lingkungan jangan terlalu berorientasi pada profit. 

“Bisnis di bidang lingkungan ya, jadi jangan terlalu profit oriented, karena di sini adalah kita mau mengabdi untuk lingkungan dan sosial kan, jadi usahakan motivasi itu yang selalu jadi utama. Profit akan datang mengikuti, tapi tetap visinya adalah membuat lingkungan lebih bersih lagi,” katanya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revitalisasi Jalur Kaldera Tengger, Kurangi Kepadatan Wisata di Bromo

Revitalisasi Jalur Kaldera Tengger, Kurangi Kepadatan Wisata di Bromo

Foto | Senin, 13 April 2026 | 19:08 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah

Tak Sekadar Bank Sampah, Ini Kisah Kertabumi Beri Nyawa Kedua pada Limbah

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 16:13 WIB

Terkini

6 Bedak Murah Anti Luntur, Makeup Tetap Flawless Meski Terkena Air dan Keringat

6 Bedak Murah Anti Luntur, Makeup Tetap Flawless Meski Terkena Air dan Keringat

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 15:43 WIB

Cara Menata Produk Di Toko Ritel Agar Pelanggan Borong Belanjaan

Cara Menata Produk Di Toko Ritel Agar Pelanggan Borong Belanjaan

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 15:04 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Model Antik, Harga Mulai Rp40 Ribuan!

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Model Antik, Harga Mulai Rp40 Ribuan!

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 15:01 WIB

Sunscreen Apa yang Membuat Wajah Glowing? Ini 6 Pilihan dengan Hasil Dewy dan Fresh

Sunscreen Apa yang Membuat Wajah Glowing? Ini 6 Pilihan dengan Hasil Dewy dan Fresh

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:52 WIB

Modest Fashion Naik Kelas: Arabellescarf Bawa Kemewahan Kerajaan India ke Runway Jakarta

Modest Fashion Naik Kelas: Arabellescarf Bawa Kemewahan Kerajaan India ke Runway Jakarta

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:25 WIB

5 Parfum Lokal yang Wanginya Mirip Jo Malone English Pear & Freesia, Harga Lebih Terjangkau

5 Parfum Lokal yang Wanginya Mirip Jo Malone English Pear & Freesia, Harga Lebih Terjangkau

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu

5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Jims Honey, Tampil Elegan di Bawah Rp100 Ribu

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 14:00 WIB

4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak

4 Sunscreen SPF Tinggi Alternatif Somethinc Holyshield untuk Kulit Sensitif hingga Berminyak

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:56 WIB

4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus

4 Loose Powder Wardah untuk Makeup Matte dan Wajah Tampak Lebih Halus

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:54 WIB

Menjaga Nostalgia Hogwarts Tetap Hidup Lewat Indo Harry Potter

Menjaga Nostalgia Hogwarts Tetap Hidup Lewat Indo Harry Potter

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 13:30 WIB