Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Ruth Meliana

Rabu, 15 April 2026 | 08:16 WIB
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
ilustrasi Helicopter Parenting (Google Gemini)

Suara.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami 27 orang korban oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) berawal dari bocornya grup chat para pelaku. 

Di tengah kasus pelecehan seksual FH UI, ramai beredar tangkapan layar yang memperlihatkan percakapan orang tua mahasiswa FH UI di grup "Parents Fakultas Hukum". Hal ini memicu dugaan adanya helicopter parenting.

Adapun isi percakapan dalam tangkapan layar tersebut sebagai berikut:

"Maaf kalau boleh tahu, mereka chatnya di grup umum atau privat? Andai saja si penyebar lebih bijak. Diingatkan atau dinasehatkan terlebih dahulu sesama teman atau melibati pihak kampus (intern saja). Jika tidak berubah baru punishment. Kalau disebar seperti ini dia menjadi bola liar. Semua pihak dirugikan," tulis salah satu orang tua.

Tangkapan layar yang dibagikan ke media sosial X ini tentu saja langsung mendapat tanggapan yang beragam dari warganet. Beberapa netizen bertanya-tanya apakah zaman sekarang mahasiswa juga memiliki grup khusus orang tua.

"Udah pada gede masih ada grup ortu?" ujar salah satu netizen.

Netizen lain menanggapi:

"Ortu mahasiswa sekarang ribet, semua hal ditanyakan ke dosen. Anaknya belum balik kos, gak angkat telpon, dll dsb aja ditanyain ke mana. Bener-bener helicopter parenting. Makanya tendik atau dosen bikin grup biar komunikasinya resmi via situ. Bikin ribet perangkat kampus tbh."

Mungkin banyak yang belum tahu apa maksud helicopter parenting seperti yang disebut oleh salah satu netizen di atas. Berikut penjelasannya.

baca juga

Helicopter Parenting: Gaya Parenting yang Overprotective

Orang tua yang terlalu terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka sering disebut menerapkan "Helicopter Parenting." Mereka selalu mengawasi, menghilangkan hambatan fisik, emosional, dan sosial untuk memastikan anak mereka terlindungi dan sukses. 

Namun, gaya pengasuhan ini—betapapun niatnya—dapat mengganggu perkembangan anak dan dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk berkembang di kemudian hari.

Anak-anak dari orang tua yang terlalu protektif sering kali meraih kesuksesan jangka pendek. Pekerjaan rumah mereka selesai tepat waktu. Mereka mungkin terlibat dalam banyak kegiatan. Mereka tidak pernah terlambat.

Namun, mempertahankan kendali dalam kehidupan anak—terutama ketika hal itu tidak sesuai dengan perkembangannya—dapat berdampak negatif pada kemampuan anak untuk berkembang secara akademis, psikologis, dan sosial. 

Memberikan kemandirian dan membiarkan anak-anak mengalami kegagalan membantu mereka belajar menyesuaikan respons emosional dan perilaku mereka.

Dampak dari pola asuh helikopter seringkali menjadi lebih jelas ketika anak-anak beranjak remaja dan dewasa muda. Penelitian menunjukkan bahwa, seiring waktu, pola asuh helikopter dapat berkontribusi pada:

  • Rasa berhak yang berlebihan
  • Peningkatan penggunaan obat penghilang rasa sakit untuk tujuan rekreasi
  • Meningkatnya tingkat kecemasan dan depresi
  • Keterampilan mengatasi masalah yang tidak efektif
  • Prestasi akademik yang lebih rendah
  • Kurang percaya diri

Pola asuh helikopter tidak selalu sama di setiap keluarga. Dalam beberapa kasus, hal itu melibatkan orang tua yang melakukan tugas-tugas untuk anak mereka. Dalam kasus lain, orang tua mungkin terlalu mengawasi dan menekan anak untuk berprestasi dengan baik. 

Sebagian besar orang tua yang terlalu mengontrol merasa bangga karena begitu terlibat dalam kehidupan anak mereka. Mereka tidak menyadari kerusakan yang mungkin mereka timbulkan.

Kontributor : Rizky Melinda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Keona Ezra Pangestu? Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI yang Paling Disorot

Siapa Keona Ezra Pangestu? Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI yang Paling Disorot

Entertainment | Rabu, 15 April 2026 | 07:30 WIB

Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku

Emosi Meledak, Detik-Detik Korban Pelecehan FH UI Pingsan di Hadapan Pelaku

Entertainment | Selasa, 14 April 2026 | 21:10 WIB

Terpopuler: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Rekrutmen KAI Group Dibuka

Terpopuler: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Rekrutmen KAI Group Dibuka

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×