Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 15 April 2026 | 11:30 WIB
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
Seorang anak yang belajar dan memperjuangkan kemerdekaan sampah bersama River Ranger Jakarta (Instagram/@riverrangerjakarta)

Suara.com - Di sudut kota Jakarta Timur, Balekambang menjadi salah satu kelurahan yang tumbuh di area bantaran sungai. Yap, Sungai Ciliwung. Aliran Sungai Ciliwung bukan sekadar pemandangan, melainkan urat nadi kehidupan.

Namun bagi anak-anak di sana, lingkungan ini kerap diwarnai rutinitas kurang produktif. Praktik judi yang berulang seolah dinormalisasi, dan terus disaksikan oleh anak-anak.

Kegelisahan itu mendorong Syahiq Harpi membangun gerakan akar rumput River Ranger Jakarta.

Berawal dari Bimbingan Belajar

Kelas bersama anak-anak (Instagram/@riverrangerjakarta)
Kelas bersama anak-anak (Instagram/@riverrangerjakarta)

Awalnya, gerakan ini tidak langsung menyentuh isu lingkungan. Bersama Andriana (Nana), yang sebelumnya mengelola taman baca, mereka membuka kelas bahasa Inggris, Fotografi, hingga Matematika dan bahasa Indonesia.

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka menyadari ada masalah yang lebih mendesak. Masyarakat pinggiran sungai tidak lagi hidup selaras dengan alamnya.

Fokus River Ranger bergeser menjadi pendidikan gaya hidup berkelanjutan (sustainable living). Uniknya, komunitas ini tidak seakan-akan kaku dalam menjalankan setiap programnya.

Mereka membawa anak-anak pergi ke kebun untuk belajar di pinggiran sungai

“Jadi ngelihat sendiri, ini loh tanaman-tanaman yang cuma ada di sini, endemik Condet, bahkan yang nggak ada di luar. Seperti Buni asli Condet, Salak, Gandaria, Menteng, Kuweni, Kedoya, Bintaro, semua yang ada di nama-nama jalanan yang mereka cuma tahu itu sebagai nama jalanan, padahal buahnya masih ada di Condet,” ujar Nana.

Tidak berhenti di situ, pengenalan pun dimulai dari yang paling dasar agar anak-anak memahami bagaimana kerusakan yang kini terjadi dan apa yang menyebabkan kerusakan itu.

“Kita kenalkan mereka sama sungai. Ini loh sungai kalian tuh yang tadinya berbatu-batu, bersih, bisa mandi di dalamnya, sekarang warnanya keruh, coklat, banyak sampah, dan kita coba untuk ajak mereka mengenali sampah di sekitar situ,” tambah Nana.

Anak-anak akhirnya melihat bahwa sampah plastik yang ada, tidak terurai walaupun sudah bertahun-tahun lamanya. Mereka juga mengajak publik untuk ikut terlibat membersihkan sampah. Kegiatan itu diberi nama “bebersih bareng”. 

Menjadi Komunitas yang Adaptif

Sosialisasi bahaya sampah plastik untuk ekosistem laut di Papua (Instagram/@riverrangerjakarta)
Sosialisasi bahaya sampah plastik untuk ekosistem laut di Papua (Instagram/@riverrangerjakarta)

Sekarang, Syahiq dan Nana secara organik dan adaptif menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

"Kita nggak bisa memaksakan program kita berjalan di masyarakat," tegas Nana.

Fleksibilitas ini membawa mereka terbang jauh hingga ke pelosok Indonesia, mulai dari membantu petani di Sulawesi dengan pelatihan eco-enzyme untuk membasmi hama, hingga mengajarkan komputer bagi guru-guru di Papua.

Di Jakarta sendiri, tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks, mulai dari sampah hingga krisis sanitasi. Bersama PLN, River Ranger Jakarta menginisiasi pembangunan 12 titik septic tank komunal untuk memutus rantai pencemaran air. Selain infrastruktur fisik, edukasi masih selalu menjadi senjata utama mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Edukasi, Ini Strategi Kertabumi Ubah Cara Warga Kelola Sampah

Tak Cuma Edukasi, Ini Strategi Kertabumi Ubah Cara Warga Kelola Sampah

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

4 Jenis Ikan Belida yang Nyaris Punah Berhasil Dikonservasi di Sungai Musi

4 Jenis Ikan Belida yang Nyaris Punah Berhasil Dikonservasi di Sungai Musi

News | Senin, 13 April 2026 | 18:30 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam

4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 11:27 WIB

Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong

Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 11:01 WIB

3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura

3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 10:48 WIB

Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual

Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!

7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 10:29 WIB

5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan

5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 10:02 WIB

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:41 WIB

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:11 WIB

Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?

Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:55 WIB

Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas

Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:43 WIB