Tak Cuma Edukasi, Ini Strategi Kertabumi Ubah Cara Warga Kelola Sampah

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB
Tak Cuma Edukasi, Ini Strategi Kertabumi Ubah Cara Warga Kelola Sampah
Potret Nasabah dari Bank Sampah Kertabumi Recycling Center (Instagram/kertabumirecyclingcenter)

Suara.com - Penanganan sampah di Indonesia masih jauh dari optimal. Data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024 mencatat timbulan sampah nasional mencapai 31 juta ton, namun hanya sekitar 14 juta ton yang berhasil ditangani.

Masalahnya tak berhenti di hilir. Di tingkat rumah tangga, kebiasaan memilah sampah masih sangat rendah. Pada 2025, sebanyak 83,75 persen rumah tangga tercatat belum pernah memilah sampah. 

Kondisi ini turut dirasakan Kertabumi Recycling Center. CEO dan Founder, Ikbal Alexander, menyebut perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan utama. Sejak berdiri pada 2017, jumlah nasabah bank sampah yang awalnya hanya belasan orang baru meningkat menjadi sekitar 400 warga setelah sembilan tahun.

“Ini soal perubahan perilaku, dan itu tidak mudah. Butuh waktu. Setiap warga punya momen masing-masing untuk mulai berubah,” ujar Ikbal.

Adanya Sistem Reward dan Enforcement

Potret Nasabah Bank Sampah Kertabumi Recycling Center (Instagram/@kertabumirecyclingcenter)
Potret Nasabah Bank Sampah Kertabumi Recycling Center (Instagram/@kertabumirecyclingcenter)

Ikbal menyadari bahwa edukasi lingkungan saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan lama masyarakat. Perlu intervensi nyata yang menyentuh kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, Kertabumi menerapkan dua strategi paralel yang sangat efektif, yaitu sistem reward (penghargaan) dan enforcement (penegakan). Tentunya, hal ini disesuaikan dengan profil ekonomi masyarakat setempat.

Kertabumi menggunakan insentif ekonomi sebagai pemicu utama melalui sistem barter. Dimana warga didorong untuk mengumpulkan sampah plastik yang nantinya dapat ditukar dengan kebutuhan pokok, seperti minyak goreng atau beras. Meskipun Ikbal mengakui bahwa antusiasme ini terkadang bersifat temporer, intervensi rutin ini sangat penting untuk menjaga kesadaran kolektif warga agar tidak kembali membuang sampah sembarangan. 

Untuk meningkatkan partisipasi warga, Kertabumi Recycling Center menerapkan kombinasi pendekatan insentif dan penegakan aturan. Berbagai program ditawarkan, mulai dari penukaran sampah plastik dengan uang hingga kebutuhan pokok seperti minyak goreng atau beras.

"Nah, itu sebenarnya bisa mentrigger orang untuk mengubah perilaku, walaupun tidak akan permanen” ujarnya. 

Strategi ini secara perlahan menggeser pola pikir warga, dari sekadar membuang sampah pada tempatnya, yang sering kali hanya memindahkan masalah ke tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Selain itu, dalam aspek enforcement sendiri. Kertabumi berkolaborasi dengan RW setempat. Warga yang menjadi nasabah bank sampah dan aktif memilah sampah akan mendapatkan prioritas dalam pengurusan surat-surat. 

“Untuk program enforcement, kami kerjasama dengan Pak RW di sini. Warga yang belum menjadi nasabah bank sampah dan belum memilah sampah tidak menjadi prioritas dalam pengurusan surat domisili atau administrasi lainnya,” kata Ikbal. 

Sebaliknya, warga yang belum memiliki kesadaran untuk memilah sampah tidak mendapatkan keuntungan tersebut. Langkah enforcement ini menjadi krusial, terutama di lingkungan masyarakat yang tingkat kesadarannya masih rendah, karena menciptakan konsekuensi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Sistem seperti ini dinilai perlu diterapkan untuk meningkatkan awareness masyarakat akan pentingnya memilah sampah, terutama masyarakat yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Langkah Kecil Berdampak Besar: Ibu Dewi, Kartini Masa Kini yang Menebar Manfaat untuk Lingkungan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:22 WIB

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?

Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 11:13 WIB

Terkini

Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?

Gen Z Mulai Pilih Baju dengan Nilai, Bisakah Ini Tekan Limbah Fashion?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terancam DO, Masih Bisa Kuliah Lagi?

Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Terancam DO, Masih Bisa Kuliah Lagi?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:33 WIB

5 Cushion Tahan Lama dan Anti Oksidasi untuk Kulit Berminyak

5 Cushion Tahan Lama dan Anti Oksidasi untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:13 WIB

Mengenal Dekat Tamara Bleszynski: Siapa Suami dan Ada Berapa Anaknya Sekarang?

Mengenal Dekat Tamara Bleszynski: Siapa Suami dan Ada Berapa Anaknya Sekarang?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 16:12 WIB

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:43 WIB

Siapa yang Pertama Kali Menyebarkan Chat Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa FH UI?

Siapa yang Pertama Kali Menyebarkan Chat Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa FH UI?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:23 WIB

Isi Chat Grup 16 Mahasiswa FH UI yang Viral, Begini Kronologi dan Fakta Terbarunya

Isi Chat Grup 16 Mahasiswa FH UI yang Viral, Begini Kronologi dan Fakta Terbarunya

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 15:14 WIB

5 Sabun Cuci Muka yang Tidak Berbusa, Kulit Lembap Anti Ketarik

5 Sabun Cuci Muka yang Tidak Berbusa, Kulit Lembap Anti Ketarik

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:50 WIB

5 Rekomendasi Parfum Lokal Pria yang Aromanya Disukai Wanita dan Tahan Lama

5 Rekomendasi Parfum Lokal Pria yang Aromanya Disukai Wanita dan Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB

Apakah Pinjol Memengaruhi Skor Kredit untuk KPR Subsidi? Ini Trik Supaya Pengajuan DIterima

Apakah Pinjol Memengaruhi Skor Kredit untuk KPR Subsidi? Ini Trik Supaya Pengajuan DIterima

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 14:38 WIB