Suara.com - Presiden AS Donald Trump masih bersitegang dengan Paus Leo XIV selama beberapa hari terakhir ini terkait peperangan yang berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Paus Leo XIV menyerukan untuk memilih perdamaian daripada mengedepankan kekuasaan yang berujung peperangan.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut mengatakan bahwa ia mempunyai kewajiban moral dalam menentang perang serta menyebut ancaman Trump untuk menyerang peradaban Iran tidak dapat diterima.
Sikap Paus Leo yang cenderung mengedepankan perdamaian, sempat menjadi bulan-bulanan Trump hingga menyebut Paus “lemah” dan “salah”.
Bahkan, yang terbaru Trump berbicara pada wartawan di Gedung Putih pada, Kamis 16 April 2026. Pernyataannya malah mengajari Paus Leo tentang perang di Iran, termasuk bahwa Iran tidak boleh mempunyai senjata nuklir.
“Paus harus memahami bahwa Iran telah membunuh lebih dari 42.000 orang selama beberapa bulan terakhir. Mereka adalah demonstran yang sama sekali tidak bersenjata. Paus harus memahami itu. Inilah dunia nyata, dunia yang kejam,” ucap Trump.
“Paus harus mengerti, ini sangat sederhana, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Dunia akan berada dalam bahaya besar,” ujarnya.
Karakteristik berbeda dalam menghadapi konflik global antara Trump dan Paus Leo, sedikit banyak dipengaruhi latar belakang pendidikan yang ditempuh kedua tokoh besar tersebut.
Artikel ini akan mengulas singkat tentang latar belakang pendidikan Donald Trump dan Paus Leo XIV.
Profil Pendidikan Donald Trump
Pendidikan Trump lebih fokus pada disiplin militer dan manajemen bisnis. Mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak sampai SMP, ia bersekolah di sekolah swasta Pantai Timur yang bernama Kew Forest School.
Akan tetapi, sebab perilaku Trump yang berbeda dari kebanyakan anak seusianya. Maka saat usia 12 tahun orang tua Presiden AS ini mengirimnya bersekolah di Akademi Militer New York.
Sekolah tersebut merupakan asrama swasta yang berada di bagian utara New York. Melansir informasi dari Best Colleges, selama setahun terakhirnya menempuh pendidikan di sana, Trump mendapat promosi sebagai kapten.
Setelah lulus dari Akademi Militer New York, ia mendaftar kuliah di Universitas Fordham, sebuah Universitas Jesuit dan Katolik di Bronx pada tahun 1964-1966.
Setelah dua tahun di Universitas Fordham, Trump lalu pindah ke University of Pennsylvania di Philadelphia. Ia memutuskan pindah ke lembaga pendidikan bernama The Wharton School, berhasil meraih gelar Sarjana Sains dan Ekonomi.