-
Kerja 55 jam seminggu tingkatkan risiko stroke hingga 33 Persen.
-
Stres kronis dan kurang tidur memicu penyempitan pembuluh darah jantung.
-
Hustle culture kini berubah menjadi toxic productivity yang mengancam kesehatan mental.
1. Stres Kronis dan Hormon Beracun
Saat Anda dipaksa bekerja melampaui batas, tubuh terus-menerus memproduksi hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Kondisi ini memicu penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dan lonjakan tekanan darah yang menjadi penyebab utama serangan jantung.
2. Kurang Tidur yang Mematikan
Pekerja lembur seringkali tidur kurang dari 6 jam sehari.
Padahal, menurut American College of Radiology, orang yang kurang tidur memiliki risiko 27 persen lebih tinggi mengalami pengerasan pembuluh darah di seluruh tubuh.
3. Gaya Hidup Sedentari dan Pola Makan Buruk
Duduk lebih dari 8 jam sehari tanpa aktivitas fisik membuat aliran darah tidak lancar.
Ditambah lagi, kebiasaan mengonsumsi fast food tinggi garam dan lemak saat lembur semakin mempercepat kerusakan jantung.
4. Pelarian ke Rokok dan Alkohol
Tak sedikit pekerja yang menjadikan rokok dan alkohol sebagai pelarian dari stres pekerjaan.
Alih-alih tenang, zat kimia di dalamnya justru menjadi racun bagi sistem kardiovaskular.
Terjebak "Toxic Productivity" demi Konten Medsos
Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Indrayanti, M.Si., Ph.D., menyebut bahwa hustle culture telah berkembang menjadi toxic productivity.
Orang merasa bersalah jika tidak bekerja keras dan merasa insecure saat melihat pencapaian orang lain di media sosial.