Suara.com - Gelaran Surabaya Domino Tournament 2026 resmi di Grand City Convention Hall, dengan sukses besar. Turnamen skala nasional yang diinisiasi oleh Higgs Games Island (HGI) bersama PB PORDI ini berhasil mencatatkan partisipasi sebanyak 1.024 peserta atau 512 pasangan yang datang mewakili 17 provinsi di seluruh Indonesia.
Kesuksesan ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp200 juta ini menjadi indikator kuat kemajuan domino sebagai cabang olahraga pikiran (mind sport) yang mulai sejajar dengan disiplin intelektual lainnya seperti catur dan bridge.
Berbeda dengan permainan kasual, turnamen ini menerapkan regulasi ketat dan profesionalisme tinggi.
Hal ini terlihat dari proses registrasi yang teratur, pengecekan peserta yang sistematis, hingga penegakan prinsip 4N + 1T (No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Ibadah).
Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan komitmen organisasi untuk menjunjung tinggi integritas olahraga ini.
“Domino di bawah PORDI bukan judi, melainkan ajang silaturahim,” tegas Andi Jamaro, merujuk pada upaya penghapusan stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino.
Penyelenggaraan ini mendapat apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Surabaya dan KONI Jawa Timur.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, bahkan secara terbuka meminta agar skala kegiatan ini ditingkatkan di masa depan mengingat besarnya animo masyarakat.
“Saya minta PORDI Jatim untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar dari event yang sekarang ini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menilai potensi domino sebagai wadah prestasi sangatlah besar.
“Ini adalah upaya untuk menampung dan menyalurkan bakat-bakat anak-anak kita. Bahkan saya pikir olahraga domino ini juga memerlukan kemampuan yang setara dengan olahraga seperti bridge atau catur,” jelas Nabil.
Selain aspek kompetisi, turnamen ini juga memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal melalui sektor sport tourism.
Tingginya jumlah peserta luar kota mendorong peningkatan okupansi perhotelan dan omzet UMKM di sekitar lokasi acara.
Perwakilan HGI, Ray, menyatakan bahwa kesuksesan di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian tur nasional untuk membangun ekosistem kompetisi domino yang kredibel.
Sebelumnya, HGI sukses menggelar acara serupa di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, dengan 3.000 peserta.