Di Kertabumi Recycling Center, Saya Menyaksikan Bagaimana Sampah Akhirnya Mendapat 'Nyawa Kedua'

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 21 April 2026 | 10:13 WIB
Di Kertabumi Recycling Center, Saya Menyaksikan Bagaimana Sampah Akhirnya Mendapat 'Nyawa Kedua'
Foto Bersama Dengan Perwakilan Tim Kertabumi Recycling Center (Dok.pribadi/Natasha Suhendra )

Selama perbincangan, penjelasannya mengalir tanpa banyak jeda. Di luar, hujan masih turun, tapi di dalam ruangan perhatian tertuju pada proses yang sedang dijelaskan—bagaimana sampah dipilah, bagaimana nilainya dibangun kembali.

Ikbal juga terbuka soal tantangan. Menurutnya, persoalan utama bukan pada sistem, melainkan perilaku. Mengajak orang memilah sampah, katanya, tidak bisa instan.

“Ini soal perubahan kebiasaan. Butuh waktu. Setiap orang punya momennya sendiri untuk mulai,” ucapnya.

Untuk mendorong itu, Kertabumi mencoba berbagai cara. Salah satunya dengan mengaitkan keanggotaan bank sampah dengan kemudahan urusan administratif di lingkungan warga. Pendekatan ini terdengar tegas, tapi ditujukan untuk membentuk kebiasaan baru yang lebih konsisten.

Di balik upaya itu, prosesnya tidak ringan. Namun hingga sekarang, tim Kertabumi tetap menjalankannya. Pelan, berulang, dan terus mencoba mengubah cara orang melihat sampah, dari sesuatu yang dibuang menjadi sesuatu yang bisa dikelola.

Perspektif yang Salah Mengenai Produk Daur Ulang

Proses Pengolahan Limbah oleh Kertabumi Recycling Center ( Dok.pribadi/Natasha Suhendra )
Proses Pengolahan Limbah oleh Kertabumi Recycling Center ( Dok.pribadi/Natasha Suhendra )

Di tengah perbincangan, ada satu momen yang mengubah cara pandang saya. Selama ini, saya terbiasa mengira barang daur ulang seharusnya murah. Logikanya sederhana: bahan dasarnya sampah.

Tapi di Kertabumi Recycling Center, prosesnya tidak sesederhana itu.

Satu kantong plastik dibuka, isinya dipilah satu per satu. Yang masih bisa dipakai dipisahkan, lalu dicuci sampai bersih, dijemur, dicacah, baru kemudian diolah lagi jadi bentuk baru. Semuanya dilakukan berulang, pelan, dan tidak bisa dipercepat begitu saja. Dalam beberapa kasus, satu produk butuh waktu sampai dua hari.

“Buang sampah itu tidak bisa gratis, karena pengolahannya butuh biaya,” kata Ikbal Alexander.

baca juga

Kalimat itu terasa masuk akal di ruang ini. Di sisi lain, serpihan plastik kecil dikumpulkan lagi ke dalam wadah. Tidak ada yang dibiarkan tercecer lama. Bahkan sisa-sisa kecil pun masih dicari kemungkinan pakainya.

Saya berkeliling ditemani Deri. Ia menjelaskan sambil sesekali berhenti, menunjuk proses yang sedang berjalan.

Di sini, hampir tidak ada sampah yang benar-benar selesai sebagai limbah. Semua masih tengah menunggu untuk diolah agar jadi punya 'nyawa kedua'.

Ketika Cerita Liputan Mengubah Perspektif Pribadi

Potret Foto Bersama dengan Tim Kertabumi Recycling Center (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Foto Bersama dengan Tim Kertabumi Recycling Center (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Di akhir kunjungan, kami sempat berhenti sejenak. Tim Kertabumi Recycling Center mengajak kami berfoto. Sederhana, tapi hangat. Momen singkat itu jadi salah satu yang paling melekat.

Dalam perjalanan pulang, satu hal terasa jelas bagi saya: urusan sampah tidak berhenti di pemerintah. Ia juga butuh keterlibatan kita—ke kebiasaan kecil, ke pilihan sehari-hari.

Di Kertabumi, saya melihatnya langsung. Dengan proses yang dijaga dan kerja yang konsisten, sampah tidak selalu berakhir di tumpukan. Ia bisa diproses ulang, diberi fungsi, dan—dalam cara tertentu—punya 'nyawa kedua'. 

Mulailah Memilah : Kirim Sampahmu ke Kertabumi Recycling Center !

Potret Nasabah dari Bank Sampah Kertabumi Recycling Center (Instagram/kertabumirecyclingcenter)
Potret Nasabah dari Bank Sampah Kertabumi Recycling Center (Instagram/kertabumirecyclingcenter)

Sekarang, perannya ada di kita. Sampah tidak harus selalu berakhir di TPA atau kembali jadi masalah.

Kita bisa mulai dari hal sederhana: memilah sesuai jenisnya, lalu membersihkannya sebelum dibuang. Langkah kecil, tapi berarti.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi

News | Senin, 20 April 2026 | 22:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

×