- BeanStar Coffee membuka outlet ketiganya di Gandaria City Mall, Jakarta, sebagai langkah ekspansi strategis menjangkau konsumen yang lebih luas.
- Brand ini menghadirkan inovasi minuman unik, seperti seri -86Dirty, yang menggabungkan cita rasa global dengan penyesuaian selera masyarakat Indonesia.
- BeanStar berkomitmen meningkatkan penggunaan biji kopi lokal Indonesia dalam menu mereka secara bertahap melalui riset yang berkelanjutan sejak 2022.
Suara.com - Sebuah babak baru dalam budaya kopi Indonesia kembali bergulir dengan hadirnya BeanStar Coffee. Di tengah maraknya coffee shop lokal maupun internasional, brand specialty coffee ini datang membawa pendekatan yang sedikit berbeda.
Bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang untuk menikmati pengalaman rasa yang lebih personal, kreatif, dan penuh eksplorasi. Kehadiran outlet ketiganya di Gandaria City Mall, Jakarta, menjadi langkah penting dalam ekspansi BeanStar di Indonesia.
Ini juga menjadi pertama kalinya mereka masuk ke pusat perbelanjaan modern, setelah sebelumnya hadir di kawasan Blok M dan Menara BPJamsostek.
“Outlet ketiga ini menjadi tonggak baru bagi BeanStar, karena untuk pertama kalinya kami hadir di dalam mall. Kehadiran di Gandaria City membuka peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujar Chief Executive BeanStar Indonesia, Qian Yiming.
Masuknya BeanStar ke Indonesia bukan tanpa alasan. Mereka melihat kebiasaan masyarakat yang menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup sosial.

“Kami sudah tinggal hampir dua tahun di Jakarta dan melihat potensi pasar yang sangat besar. Orang Indonesia suka berkumpul sambil minum kopi, dan ini berbeda dengan banyak negara lain,” jelas Qian.
Dari sisi konsep, BeanStar menggabungkan inspirasi global dengan sentuhan lokal. Menu yang dihadirkan tidak hanya mengikuti tren internasional, tetapi juga disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia. Bahkan, sekitar 70 persen produknya telah dikustomisasi khusus untuk pasar lokal.
“Setiap negara punya preferensi rasa yang berbeda. Di Indonesia, kami menyesuaikan menu agar lebih relevan dengan lidah konsumen di sini,” tambahnya.
Salah satu inovasi yang paling mencuri perhatian adalah -86Dirty Series. Minuman ini disajikan dalam gelas eco-friendly bersuhu ekstrem hingga -86°C, menciptakan sensasi kontras antara dinginnya gelas dan hangatnya kopi.
“Prosesnya unik, terutama saat ristretto hangat dituangkan ke dalam gelas beku. Itu yang membuat pengalaman minum kopi jadi berbeda,” jelas Wichi Lee, Lead Operations BeanStar Coffee. Salah satu varian yang paling populer dari seri ini adalah 86Dirty Vanilla Latte.
Selain itu, BeanStar juga menghadirkan menu seperti Okinawa Caramel Latte yang menawarkan rasa manis khas gula Kokuto dari Jepang, dipadukan dengan espresso arabika dan susu segar.

Ada pula Tiger Bomb, minuman yang terinspirasi dari tren kopi di Shanghai dan kini mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia. Untuk kebutuhan yang lebih praktis, mereka meluncurkan Kopi Saku, kategori ready-to-drink (RTD) yang dirancang untuk gaya hidup masyarakat urban yang dinamis.
Menariknya, di balik eksplorasi rasa global tersebut, BeanStar tetap memberi perhatian besar pada kopi lokal Indonesia. Saat ini, mereka memang masih memadukan biji kopi dari berbagai negara seperti Afrika dan Brasil untuk menciptakan profil rasa tertentu.
Namun, penggunaan kopi Indonesia terus ditingkatkan secara bertahap. “Kami sudah melakukan riset sejak 2022 dan melihat bahwa kopi Indonesia punya karakter rasa yang sangat spesial. Ke depan, kami ingin menggunakan lebih banyak biji lokal,” ungkap tim BeanStar.
Rencana ke depan bahkan mencakup pembukaan flagship store yang akan sepenuhnya menggunakan biji kopi Indonesia. Langkah ini menunjukkan komitmen mereka untuk tidak hanya masuk ke pasar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem kopi lokal.