Baca Bareng Silent Book Club Jakarta: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri

M. Reza Sulaiman

Senin, 27 April 2026 | 20:22 WIB
Baca Bareng Silent Book Club Jakarta: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
Baca bareng Silent Book Club Jakarta di Taman Menteng (26/4/26) (Dok. Pribadi/Vicka Rumanti)

Suara.com - Jakarta memang tidak pernah benar-benar tidur. Suara klakson, deru mesin, dan hingar-bingar kota tetap produktif meskipun di hari Minggu. Di tengah deru Minggu pagi, pikiran introvert saya terus berputar mencari jawaban: bisakah kita merasa “ditemani” tanpa harus berbicara dengan orang lain?

Rasa cemas naik transportasi umum sendirian sempat merasuki kepala saat saya menaiki bus 5M menuju Tugu Tani. Namun, di dalam bus, saya mendapati potret kehangatan yang tak terduga. Seorang nenek menyapa bapak di sampingnya, mengira ia orang Medan karena kemiripan wajah. Percakapan ringan dan tawa mereka membuat saya merasa ikut "masuk" ke dalam interaksi tersebut meski hanya sebagai pendengar. Bahkan, saat turun, sang bapak sempat menoleh dan bercanda kepada saya, “Kamu orang Medan juga?” Sontak kami tertawa. Kehangatan sederhana itu seketika meruntuhkan sekat ketegangan dalam diri saya.

Perjalanan berlanjut ke Taman Menteng untuk liputan Baca Bareng Silent Book Club Jakarta (SBC) yang diinisiasi Hestia Istiviani. Di sana, saya melihat sesuatu yang lebih menakjubkan: puluhan orang duduk bersama untuk membaca buku dalam sunyi. Mereka tidak perlu berbicara untuk merasa terhubung. Hestia berhasil merajut kolaborasi antara hiruk-pikuk kota dan kesunyian membaca menjadi harmoni yang menyatu.

Dua momen itulah yang akhirnya menjawab pertanyaan saya. Ternyata, tanpa disadari, kita memang bisa merasa “ditemani” tanpa harus kehilangan ruang untuk diri sendiri.

Esensi dari “Butuh Ditemani”

Baca bareng Silent Book Club di Taman Menteng (26/4/26) (Dok. Pribadi/Vicka Rumanti)
Baca bareng Silent Book Club Jakarta di Taman Menteng (26/4/26) (Dok. Pribadi/Vicka Rumanti)

Tanpa aba-aba penanda “mulai”, orang-orang hanya perlu datang, membaca, dan selesai. Mereka dibebaskan datang lebih awal, terlambat, pulang lebih cepat, atau bahkan membaca hingga bosan. Tepat di sebelah lapangan futsal, rerumputan menjadi teman mereka untuk larut dalam khayalan kertas beraksara. Meninggalkan sejenak keributan di layar kaca.

Menurut informasi yang sebelumnya telah dibagikan melalui media sosial @bacabareng.sbc, kegiatan dimulai pukul 10.00. Namun. dari pengamatan saya sebelum ikut masuk dalam bacaan yang saya bawa, sejak pukul 09.40 Taman Menteng mulai kedatangan tamu-tamunya yang rajin membaca. Mereka tidak saling kenal, tapi duduk bersisian.

Awalnya saya mengira ini adalah acara yang kaku. Namun, yang saya temukan adalah sebuah ekosistem yang tumbuh organik. Rasanya seperti simbiosis mutualisme. Hestia mengungkapkan bahwa ia menginisiasi komunitas ini agar bisa ditemani membaca buku, dan akhirnya harapan itu tercapai. Orang-orang yang datang dapat menemukan ruang nyaman, begitu pun Hestia yang kemudian mendapat banyak teman.

“Waktu itu aku punya pacar. Kami punya suatu agenda ada momen-momen saling menemani. Terserah dia mau ngapain, tapi aku akan membaca. Singkat cerita, putuslah kami. Di situ aku berpikir, ‘aduh aku nggak punya teman lagi yang bisa nemenin aku baca.’ Beneran, aku cuma butuh ditemenin baca, bukan untuk diskusinya,” ungkap Hestia.

baca juga

Tidak hanya dari situ, alasan Hestia menginisiasi baca bareng ini dilandasi dari latar belakang keluarganya. Ia menceritakan bagaimana ia dibesarkan dari keluarga yang suka membaca.

“Kami itu punya momen-momen di mana kami membaca setelah Maghrib. Aku besar di Surabaya. Jadi, pukul setengah enam sore itu langitnya sudah gelap, kalau bisa nggak boleh keluar rumah. Nah, kalau misalkan kami lagi nggak ada PR atau ulangan, orang tua selalu mengingatkan kami untuk membaca,” ujarnya.

Tidak sekadar menyuruh, orang tua Hestia mempraktikkan apa yang mereka minta dengan mencontohkan. Hidup di generasi 90-an membuatnya melihat bagaimana orang tua saat itu masih sering membaca koran, tabloid, dan majalah, sehingga niat itu juga tumbuh dari dalam dirinya. Senang sekali punya keluarga yang kompak. Rasanya ini bisa menumbuhkan sesuatu yang positif, seperti ketika wawancara, Hestia menunjukkan raut wajah yang semangat dan ceria.

Infografis Baca Bareng Silent Book Club Jakarta. (Dok. Notebook LM)
Infografis Baca Bareng Silent Book Club Jakarta. (Dok. Notebook LM)

Awal dari Semua

Saat harus hidup mandiri di Jakarta dan kehilangan teman berbagi waktu tenang, Hestia tidak sengaja menemukan artikel yang memperkenalkan konsep Silent Book Club yang ia baca dari media Amerika Serikat.

“Mereka punya konsep 2 jam hanya membaca saja. Nggak ada diskusi, nggak ada perkenalan, terus juga mereka bilang untuk membawa bahan bacaan sendiri,” jelasnya antusias. Alisnya naik dan bola matanya melebar penuh semangat, menegaskan betapa ia sangat mencintai konsep yang bebas dari segala beban formalitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Membaca: Wajah Nyata Krisis Literasi Modern

Bukan Sekadar Membaca: Wajah Nyata Krisis Literasi Modern

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 17:31 WIB

Gen Z Ternyata Penyelamat Literasi? Membongkar Paradoks di Balik Tren Membaca Saat Ini

Gen Z Ternyata Penyelamat Literasi? Membongkar Paradoks di Balik Tren Membaca Saat Ini

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 16:37 WIB

E-Reader atau Tablet: Mana yang Lebih Baik untuk Membaca di Tahun 2026?

E-Reader atau Tablet: Mana yang Lebih Baik untuk Membaca di Tahun 2026?

Your Say | Kamis, 23 April 2026 | 13:53 WIB

Saya Masih Suka Membaca, Algoritmanya Saja yang Tidak Mengizinkan

Saya Masih Suka Membaca, Algoritmanya Saja yang Tidak Mengizinkan

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 16:26 WIB

Tidak Ada Kampus yang Sempurna! Membaca Catatan Hati Seorang Mahasiswa

Tidak Ada Kampus yang Sempurna! Membaca Catatan Hati Seorang Mahasiswa

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Menembus Batas Diri Sendiri: Membaca Unlimited You Karya Wirda Mansur

Menembus Batas Diri Sendiri: Membaca Unlimited You Karya Wirda Mansur

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dinyatakan Cacat Hukum

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:29 WIB

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:27 WIB

Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii

Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:26 WIB

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

Ekonom UGM Kritik Kebijakan Pemerintah: Data Tak Sinkron hingga Risiko Inflasi dari MBG

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Kenapa Komunitas Beatbox di Indonesia Bikin Ketagihan? Ini Cerita di Baliknya!

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

7 Cara Memilih Bedak agar Tidak Keputihan

7 Cara Memilih Bedak agar Tidak Keputihan

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Di Mana Tempat Beli Sepatu Salomon Ori? Ini 5 Rekomendasi Toko Resmi dan Tepercaya di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:25 WIB

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

2 Anak Medan Ditangkap Kasus Narkoba Lintas Pulau, Modus Kirim Paket Ekspedisi

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:24 WIB

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Setelah Eksfoliasi Boleh Pakai Moisturizer Niacinamide? Jangan Asal Gabung, Ini 4 Pilihan Terbaik

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:23 WIB

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

Adik Kim Jong-un Serang Indonesia Cs: Kalian Itu Sesat Pikir dan Bodoh!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 12:21 WIB

×