Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 28 April 2026 | 14:29 WIB
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?
Potret Tumpukan Limbah Banner (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Suara.com - Setiap pesta demokrasi usai, Indonesia kembali dihadapkan pada persoalan yang berulang: tumpukan alat peraga kampanye (APK) yang terbengkalai. Limbah berupa banner plastik hingga kain itu kerap berakhir di gudang atau tempat pembuangan akhir tanpa pengelolaan yang jelas.

Sebuah studi berjudul “Kebijakan Pengaturan Pengelolaan Limbah Alat Peraga Kampanye berdasarkan Prinsip Keberlanjutan Lingkungan Hidup” (2025) mencatat, material APK berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius jika tidak didaur ulang. Namun, hingga kini, pengelolaan limbah tersebut masih terbentur persoalan koordinasi dan birokrasi.

Di tengah situasi itu, komunitas pengelola limbah GUDRND di Jakarta Selatan mencoba menghadirkan solusi alternatif. Inisiatif mereka berangkat dari keresahan sederhana terhadap nasib APK setelah masa kampanye berakhir.

Aksi Kolektif di Hari Tenang

“Setelah ini larinya ke mana ya? Setelah dipasang, bakal ke mana banner itu?” ujar Muhammad Aldino, salah satu pendiri GUDRND.

Keresahan tersebut mendorong mereka untuk mulai mengumpulkan APK yang telah terlepas dan jatuh di jalan. Langkah ini sengaja dipilih untuk menghindari potensi konflik dengan partai politik.

Aksi mereka semakin terorganisir saat masa hari tenang. Sekitar 20 relawan turun pada malam hari, menyusuri kawasan Kebagusan hingga sekitar Ragunan untuk mengumpulkan limbah kampanye. Dalam satu kali kegiatan, mereka mampu mengangkut hingga satu bak mobil pikap penuh APK.

Gerakan ini bersifat kolektif dan terbuka. Bahkan, sejumlah relawan internasional turut terlibat. Selain mengumpulkan limbah, mereka juga memproduksi konten bernuansa satire sebagai bentuk kritik terhadap pihak yang dinilai belum bertanggung jawab atas sampah kampanye.

Di sisi lain, Aldino menilai penggunaan banner fisik sebagai media kampanye sudah tidak relevan di era digital. Menurutnya, pendekatan kampanye berbasis media sosial lebih efektif sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

“Sekarang semua orang sudah punya media sosial. Platformnya banyak dan bisa lebih tepat sasaran. Cetak banner jangan terlalu banyak,” katanya.

Birokrasi dan Hambatan Kolaborasi

Meski demikian, upaya pengelolaan limbah APK tidak lepas dari hambatan, terutama dari sisi birokrasi. Aldino mengaku sempat menerima tawaran kerja sama dari sejumlah pihak, namun tidak berlanjut.

“Datang, lihat, kasih janji, tapi akhirnya tidak ada kabar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti proses administratif yang dinilai terlalu rumit, padahal solusi pengelolaan limbah bisa dilakukan secara sederhana melalui kolaborasi langsung. “Prosedurnya terlalu banyak, padahal bisa duduk bareng cari solusi,” tambahnya.

Ke depan, pergeseran ke kampanye digital dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi produksi limbah sejak awal. Di saat yang sama, penyederhanaan birokrasi diperlukan agar inisiatif kolektif seperti GUDRND dapat berkembang dan berkontribusi lebih luas dalam mengatasi persoalan sampah kampanye.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPDLH Luncurkan Skema Blended Finance, Dorong Pembiayaan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

BPDLH Luncurkan Skema Blended Finance, Dorong Pembiayaan Perhutanan Sosial Berkelanjutan

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:41 WIB

Tersesat di Jagakarsa, Menemukan GUDRND: Cerita di Balik Sampah yang Menjelma Jadi Karya

Tersesat di Jagakarsa, Menemukan GUDRND: Cerita di Balik Sampah yang Menjelma Jadi Karya

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 12:35 WIB

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

News | Senin, 27 April 2026 | 19:22 WIB

Terkini

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:44 WIB

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:56 WIB

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:43 WIB

Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?

Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:28 WIB

4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket

4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:25 WIB

Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?

Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:21 WIB

Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek

Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:18 WIB