- Diyah Kusumastuti tawarkan janji fasilitas mewah untuk jerat orang tua korban.
- Pihak Little Aresha manipulasi dokumentasi foto guna tutupi penyiksaan fisik anak.
- Orang tua dilarang cek lokasi saat hari kerja demi sembunyikan kekerasan
Bahkan, admin Littler Aresha mempersilahkan orangtua untuk mengecek kondisi dalam daycare sebelum menitipkan anaknya dengan syarat berikut:
- Orang tua hanya boleh datang mengecek lokasi pada hari Minggu.
- Wajib membuat janji terlebih dahulu langsung dengan pemilik (Diyah Kusumastuti).
Diduga kuat, pembatasan waktu kunjungan ini dilakukan agar orang tua tidak melihat langsung praktik penyiksaan yang penuh tangis anak karena terikat saat hari kerja.
Selain itu, janji temu ini diduga kuat untuk siasat Diyah Kusumastuti mempersiapkan kondisi Daycare yang bersih, layak dihuni anak-anak dan sejuk karena ber-AC dan sirkulasi udara baik.
5. Kedok Perhatian yang Manipulatif

Admin Little Aresha juga menawarkan jasa membantu memandikan atau memberi makan jika anak belum sempat diurus di rumah pada pagi harinya.
Hal ini membangun citra bahwa mereka sangat peduli dan penuh kasih sayang pada anak dan orangtua yang sibuk.
Faktanya, polisi mengungkap bahwa anak-anak justru langsung diikat tangan dan kakinya sejak pagi hari saat baru datang.
Ikatan baru dilepas saat jam makan atau mandi hanya untuk keperluan dokumentasi foto yang akan dikirimkan kepada orang tua agar terlihat aman.