- Weddings by Marriott Bonvoy: Indonesia Showcase 2026 di The St. Regis Jakarta hadir memfasilitasi kebutuhan pernikahan personal.
- Pameran ini menghadirkan lebih dari 45 venue dan vendor terpercaya untuk mewujudkan konsep pernikahan impian pasangan.
- Tren pernikahan 2026 kini bergeser menuju konsep yang lebih fleksibel, mencakup intimate wedding hingga pesta berskala besar.
Suara.com - Pernikahan kini bukan lagi sekadar seremoni—melainkan pengalaman personal yang dirancang sedekat mungkin dengan cerita cinta masing-masing pasangan. Tren inilah yang semakin terasa dalam gelaran Weddings by Marriott Bonvoy: Indonesia Showcase 2026, yang kembali hadir sebagai ruang eksplorasi bagi calon pengantin untuk menemukan konsep pernikahan impian mereka.
Digelar di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, pada 25-26 April 2026, pameran ini menghadirkan lebih dari 45 pilihan venue dan vendor, mulai dari ballroom megah di kota besar hingga resort eksotis di destinasi yang belum terlalu mainstream. Bukan hanya soal lokasi, tapi juga bagaimana setiap detail pernikahan bisa disesuaikan dengan karakter pasangan.
Senior Director of Operations Marriott International Indonesia, Masri, menegaskan bahwa pendekatan ini menjadi kunci utama dalam melihat evolusi tren pernikahan saat ini.
“Marriott itu bukan hanya hotel atau hospitality industry. Kami juga melihat diri sebagai bagian dari lifestyle. Wedding adalah bagian dari itu—karena ini momen sekali seumur hidup yang harus dibuat spesial,” ujarnya.
Wedding Bukan Lagi Template, Tapi Cerita Personal
Masri menjelaskan, pasangan masa kini tak lagi ingin konsep yang itu-itu saja. Mereka datang dengan preferensi yang lebih spesifik—bahkan sangat personal.
“Sekarang customer ingin didengar. Tidak semua mau wedding yang generik. Jadi kita mulai dari preference mereka dulu, baru kita bantu wujudkan,” katanya.
Inilah yang membuat konsep pernikahan 2026 bergeser: lebih berwarna, lebih fleksibel, dan lebih mencerminkan identitas pasangan. Mulai dari intimate wedding di tepi pantai dengan 20 tamu terdekat, hingga pesta besar dengan ribuan undangan di ballroom kota besar—semuanya tetap relevan, selama sesuai dengan keinginan pengantin.
Intimate Wedding Naik Daun, Tapi Grand Wedding Tetap Bertahan
Menariknya, tren intimate wedding semakin diminati, terutama di destinasi resort seperti Labuan Bajo, Lombok, hingga Belitung. Lokasi-lokasi ini menawarkan pengalaman yang lebih privat sekaligus romantis.
“Banyak yang sekarang memilih intimate wedding, traveling bareng keluarga dan teman dekat. Tapi grand wedding di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya juga tetap kuat,” jelas Masri.
Labuan Bajo bahkan disebut sebagai salah satu destinasi yang makin populer untuk pernikahan, didukung dengan fasilitas seperti chapel, villa di atas air, hingga panorama laut yang dramatis.
“Destination itu sendiri sudah sangat romantis. Jadi tidak perlu banyak effort tambahan untuk menciptakan suasana,” tambahnya.
Lebih dari Sekadar Venue
Lewat pameran ini, Marriott Bonvoy ingin mengubah persepsi bahwa hotel hanya sekadar tempat menikah. Dengan menggandeng 26 vendor lokal terpercaya—mulai dari dekorasi, wedding planner, hingga desainer gaun—pengunjung bisa merancang seluruh konsep dalam satu tempat.