Kondisi tersebut turut dirasakan anak muda yang harus menghadapi tekanan ekonomi sejak dini, baik akibat perubahan pekerjaan orang tua maupun memburuknya akses terhadap kebutuhan dasar.
Selain itu, bencana yang semakin sering terjadi, seperti banjir, juga dapat mengganggu akses pendidikan. Anak muda kerap mengalami kesulitan menuju sekolah atau mengikuti kegiatan belajar karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Suara Anak Muda Perlu Didengar
Widi menilai anak muda seharusnya menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan iklim karena mereka merupakan kelompok yang akan paling lama hidup dengan konsekuensi perubahan iklim.
Meski mengalami dampak secara langsung, perspektif anak muda masih sering terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan. Padahal, menurutnya, pengalaman mereka di lapangan dapat menjadi masukan penting dalam merancang kebijakan yang lebih adil dan responsif terhadap krisis iklim.
“Anak muda bukan hanya kelompok yang terdampak, tetapi juga pihak yang perlu dilibatkan dalam mencari solusi,” ujarnya.
Penulis: Natasha Suhendra