Mengurangi Paparan Mikroplastik
Selain persoalan sampah, penggunaan plastik sekali pakai juga berkaitan dengan risiko pencemaran mikroplastik. Kepala Laboratorium Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), Ravika Aprilianti, mengingatkan bahwa sebagian kemasan plastik yang dianggap lebih aman pun tetap berpotensi melepaskan partikel mikroplastik.
Menurut Ravika, wadah makanan berbahan plastik tipis (thinwall) yang banyak digunakan untuk makanan siap saji tetap dapat mengalami degradasi ketika terkena panas atau benturan selama penggunaan.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke wadah yang lebih tahan lama dan dapat digunakan berulang kali.
“Kalau bisa yang non-plastik, misalnya kaca atau stainless, itu juga bisa jadi solusi,” ujarnya.
Penggunaan tumbler berbahan stainless steel, membawa wadah sendiri saat membeli makanan, hingga memilih produk isi ulang menjadi beberapa langkah sederhana yang dinilai dapat mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus menekan paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Jofanny, perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari kebijakan skala nasional. Mengurangi satu saset dari setiap rumah tangga, menurutnya, dapat menjadi langkah awal untuk memutus rantai sampah plastik yang terus bertambah setiap hari.
Penulis: Vicka Rumanti