- Penderita hipertensi perlu mewaspadai kandungan natrium tinggi pada bumbu dapur dan daging olahan saat perayaan Idul Adha.
- Mengonsumsi bagian daging berlemak atau jeroan dapat meningkatkan kolesterol dan memicu lonjakan tekanan darah secara signifikan.
- Konsumsi sayur, buah kaya potasium, serta metode masak sehat mampu menjaga stabilitas tekanan darah saat pesta daging.
Lemak jenuh yang tinggi pada bagian tersebut dapat meningkatkan kolesterol dan memperburuk kondisi tekanan darah.
Sebagai gantinya, sangat disarankan untuk memilih potongan daging yang ramping seperti bagian has dalam yang lebih rendah lemak.
Menariknya, sebuah tinjauan ilmiah mengungkapkan bahwa daging kambing sebenarnya memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dibandingkan daging sapi.
Daging kambing yang "dikambinghitamkan"
Faktor utama yang sering memicu kenaikan tekanan darah usai menyantap kambing justru berasal dari tambahan garam yang berlebihan selama proses pengolahan, terutama pada individu yang memiliki gangguan fungsi ginjal.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengganti garam dengan rempah alami seperti bawang putih, jahe, ketumbar, lada, atau daun salam untuk memperkuat rasa tanpa harus mengorbankan kesehatan.
Untuk menyeimbangkan asupan selama "pesta daging", pengidap hipertensi wajib memperbanyak konsumsi sayuran berserat tinggi seperti brokoli, bayam, atau buncis, serta buah-buahan seperti pisang dan kiwi yang kaya akan potasium.
Potasium berperan penting dalam membantu ginjal membuang lebih banyak sodium melalui urine, sehingga tekanan darah tetap bisa terkendali dengan baik.
Mengolah daging dengan metode yang lebih sehat seperti direbus, dipanggang, atau dikukus juga jauh lebih aman dibandingkan dengan menggorengnya dalam minyak banyak.