- Umat Muslim melaksanakan salat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah pada pagi hari 10 Dzulhijjah.
- Salat Idul Adha memiliki tata cara khusus berupa tambahan takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali pada rakaat kedua.
- Niat salat Idul Adha untuk imam dan makmum berbeda, agar ibadah sah perlu mengetahuinya.
Suara.com - Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momen yang dinanti umat Muslim. Selain penyembelihan hewan kurban, salah satu ibadah yang paling utama di pagi hari 10 Dzulhijjah adalah melaksanakan salat Idul Adha.
Hukum salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi muslim laki-laki maupun perempuan. Ibadah ini biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid, namun juga boleh ditunaikan sendirian (munfarid).
Supaya ibadah semakin sempurna dan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT, simak kembali bacaan niat, tata cara, serta amalan sunnahnya berikut ini!
Niat Salat Idul Adha untuk Imam dan Makmum
Salat Idul Adha dilakukan sebanyak dua rakaat secara berjamaah atau sendiri. Berikut adalah lafal niatnya:
Sebagai Imam:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatal li ‘idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala.”
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta’ala."
Sebagai Makmum:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatal li ‘idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala.”
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala."
Niat salat Idul Adha sendiri:
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ للهِ تَعَالَى
"Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa"