- Direktur Eva Mulia Clinic, dr. Eddy Widjaja, menangani banyak pasien mengalami kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari berlebihan.
- Prosedur chemical peeling dilakukan di Jakarta untuk membantu regenerasi kulit pasien yang mengalami iritasi akibat aktivitas luar ruangan.
- Masyarakat diimbau menggunakan sunscreen secara rutin, mengenakan pakaian tertutup, dan menghindari paparan matahari langsung guna mencegah kerusakan kulit.
American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan penggunaan sunscreen minimal SPF 30 dengan perlindungan broad spectrum untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Penggunaan ulang sunscreen setiap dua jam, terutama setelah berkeringat atau terkena air, juga dinilai penting untuk menjaga efektivitas perlindungan kulit.
dr. Eddy menambahkan, sunscreen dengan SPF tinggi belum tentu cocok untuk semua orang. Beberapa pengguna justru mengalami rasa perih, kemerahan, atau sensasi berat pada kulit akibat produk yang tidak sesuai dengan kondisi kulit mereka.
“Ada yang merasa terlalu berat, perih, merah, atau tidak nyaman. Jadi bukan berarti SPF paling tinggi pasti paling bagus,” katanya.
Selain sunscreen, penggunaan pakaian tertutup dan menghindari aktivitas terlalu lama di bawah sinar matahari dinilai tetap menjadi langkah paling efektif untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat UV.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan masyarakat menghindari paparan langsung sinar matahari pada waktu terpanas di siang hari karena suhu yang dirasakan tubuh bisa jauh lebih tinggi dibanding suhu udara sebenarnya.